Literasi dan Kajiannya menurut Linguistik

Pengertian literasi secara bahasa sekarang diperluas, tidak hanya terpatok pada menulis dan membaca, tetapi ada hal lain yang diperlukan. Literasi sendiri mengukur kemampuan seseorang dalam mengolah maupun memahami informasi dalam baca dan tulis yang ada.

Literasi menurut kajian linguistik (bahasa) sekarang cukup banyak, dan ini yang membuat kita harus memahami ulang agar bisa meyakini bahwa literasi itu penting untuk antar generasi, demi membangun peradaban. Mulai dari memberantas hoax yang sedang marak ini, dan lain-lain yang penting.

Berikut penjelasannya!

Arti Literasi

Secara bahasa, Literasi adalah kemampuan seseorang dalam menulis maupun membaca. Dalam literasi Inggris, artinya diimbuhkan dengan adanya kompetensi atau pengetahuan di bidang khusus. Literasi berbanding terbaik dengan buta huruf atau tidak bisa membaca.

Secara latin, arti dari literasi itu sendiri adalah melibatkan penguasaan sistem-sistem tulisan dan konvensi-konvensi yang menyertainya. Dengan adanya literasi, seseorang bisa memiliki kualitas dan kemampuan dalam 2 hal tersebut.

Literasi sendiri, mencakup pada 2 hal, literasi visual (melek visual), yang mana mampu untuk mengenali ide-ide yang disampaikan secara visual (baik video maupun gambar), sehingga mudah dipahami nantinya. Berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah adalah hasil dari ahli literasi.

Pemahaman akan Literasi

Menurut UNESCO sendiri, pemahaman akan makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, institusi, konteks nasional, nilai-nilai budaya, hingga pengalama pribadi maupun orang lain. Jika sudah paham literasi secara umum, maka dianggap memiliki keterampilan yang nyata.

Keterampilan tersebut meliputi keterampilan kognitif (membaca dan menulis), yang mana menurut UNESC, kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan dasar dalam belajar sepanjang hayat. Kemampuan tersebut dapat memberdayakan kualitas individu dan orang lain.

Pahami, jika dikaitkan dengan kecerdasan Linguistik, literasi yang didapat oleh seseorang beda dengan seseorang yang lain, jadi wajar, berdasarkan penalaran (sudut pandang) masing-masing. Ini perlu dipahami oleh orang tua, agar anak memiliki kecerdasan Linguistik yang bagus.

Artikel Terkait  Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Salah Pilih

Ciri-Ciri Kecerdasan Linguistik

Untuk ciri-ciri kecerdasan Linguistik, diantaranya:

  1. Memiliki kemampuan lebih dalam, menguasai bahasa asing.
  2. Mampu untuk mendengar dan merespon setiap suara yan ada.

Cara menstimulasinya, bisa dengan:

  1. Merangsang anak dalam membuka keberanian dalam berbicara.
  2. Latih anak untuk merangkai cerita atau menulis cerita.
  3. Pahami anak dengan kecerdasan verbal Linguistik.

Secara Arti, Apa itu Kecerdasan linguistik?

Kecerdasan Linguistik adalah salah satu kemampuan yang bisa menyusun pikiran dengan jelas, kemudian mampu menggunakannya secara kompeten lewat kata-kata yang diucapkan, yang dibaca, dan yang ditulis. Kecerdasan ini, lebih ke mengolah kata secara baik (lisan maupun tulisan).

Dengan penguasaan kata, suara, ritme, yang matang jelas tenang, serta intonasi yang bagus, maka sudah dianggap memiliki kecerdasan linguistik bagus. Kecerdasan Linguistik, mampu mempengaruhi maupun meyakinkan seseorang terhadap apa yang ia ucapkan.

Kata kuncinya, merka mulai dari pemilihan kata yang tepat, ilustrasi yang singkat, dan menjaga fokus pembicaraan secara sistematis. Komunikatif itu perlu, sehingga dengan adanya linguistik, mampu menyampaikan suatu gagasan dengan baik.

Pentingnya Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan Linguistik sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara akal dan perilaku sehari-hari. Sehingga dari dini, tanamkan pelajaran-pelajaran akan literasi yang bagus agar bisa mensukseskan kecerdasan Linguistik si anak.

Anak akan bisa bersosialisasi walaupun di usia yang masih muda, lisan dan tulisan bagus, dan semakin hari semakin baik sesuai usianya. Lebih baik lagi jika kecerdasan Linguistik sudah mencapai tahap sempurna di usia yang ada.

Terdapat kecerdasan lain yang mendukung dan dianggap saling melengkapi, yaitu kecerdasan visual, kinestetik, EQ, SQ, numerik, intuitif, dan lain sebagainya. Seorang individu bisa berpikir secara abstrak dan tidak terstruktur, berpikir secara terstruktur, dari kecerdasan Linguistik.

Artikel Terkait  Perbedaan Kecepatan dan Percepatan yang Harus Kamu Ketahui!

Jadi hati-hati polanya dari awal, agar kecerdasan Linguistik yang diharapkan bisa terjadi secara maksimal. Itulah penjelasan mengenai pengertian literasi dan jika kajiannya berdasarkan pola linguistik. Semangat. semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan komentar