Mengenal Perbedaan Bisnis Konvensional dan Bisnis Startup

Dalam dunia bisnis, terdapat berbagai jenis model bisnis seperti bisnis konvensional dan bisnis startup. Kedua model bisnis tersebut tentunya memiliki tujuan yang sama yaitu mencapai keuntungan.

Pernahkah Anda mendengar bisnis startup?

Bagi yang tidak berkecimpung dalam dunia bisnis, mungkin bisnis startup masih asing. Padahal saat ini bisnis startup sudah menjamur di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari startup financial, e-commerce, ride-hailing, education, dan health saat ini semakin mudah ditemui.

Baik bisnis konvensional maupun bisnis startup (perusahaan rintisan) tentunya sama-sama merintis bisnis tersebut dari nol atau dari awal. Diperlukan pula usaha yang keras untuk mengembangkan bisnisnya tersebut.

Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis startup

Namun meskipun sama-sama merupakan bisnis yang tujuannya untuk mencapai keuntungan, tentunya terdapat perbedaan antara bisnis konvensional dan bisnis startup.

Pendanaan

Pada pendanaan bisnis konvensional biasanya berasal dari satu atau lebih pemilik perusahaan. Pendanaan tersebut juga bisa berasal dari hasil profit yang diputar kembali.

Untuk bisnis startup biasanya founder relatif hanya mengeluarkan dana saat merintis bisnis dengan harapan akan ada investor yang datang untuk memberikan dana.

Mentalitas awal

Pada bisnis atau perusahaan konvensional, fokus awalnya ialah untuk mendapatkan profit secepat mungkin. Dengan mendapatkan profit, harapannya bisnis tersebut dapat berkembang signifikan dari ekspansi organik.

Sedangkan bisnis startup mentalitas awalnya fokus melakukan eksperimen yang beresiko, hal tersebut untuk menemukan model bisnis baru dan aspek pasar yang berpotensi tumbuh.

Tujuan keuntungan

Biasanya perusahaan konvensional berusaha untuk bisa mendapatkan profit sesegera mungkin. Karena tujuannya adalah untuk memberikan keuntungan kepada pemiliknya.

Karena merupakan perusahaan rintisan, startup tujuan keuntungannya adalah untuk pertumbuhan perusahaan atau bisnis. Meskipun untuk mencapai hal tersebut perusahaan harus terus membakar uang di periode awal.

Artikel Terkait  Semakin Meresahkan Masyarakat, Kenali Ciri-ciri Pinjol Ilegal Berikut

Operasional perusahaan

Kehendak dari pemilik perusahaan sangat mempengaruhi jalannya perusahaan konvensional. Bahkan banyak perusahaan konvensional yang pemodalnya atau pemiliknya masuk dalam manajemen perusahaan.

Sementara operasional pada perusahaan startup penentuannya cenderung oleh founder atau manajemen perusahaan. Sedangkan investor tidak banyak mencampuri bisnis startup. Para investor biasanya hanya terlibat pada keputusan-keputusan strategis.

Strategi bisnis

Setiap strategi perusahaan konvensional biasanya dijalankan dengan sangat hati-hati untuk meminimalkan risiko yang muncul.

Sedangkan pada bisnis startup akan menerapkan banyak eksperimen yang beresiko dengan prinsip test, measure, dan act demi mencari layanan yang tepat untuk pasar. Penerapan ide dan eksperimen tersebut tidak hanya oleh founder saja, namun pekerja lainnya juga dapat turut berpartisipasi.

Ritme kerja karyawan

Untuk bisnis atau perusahaan konvensional ritme kerja karyawan sudah memiliki job desc yang settled. Masing-masing karyawan sudah memiliki tugas masing-masing yang harus diselesaikan.

Berbeda dengan ritme kerja karyawan pada perusahaan konvensional, pada perusahaan startup karyawannya harus bisa berkembang dan bekerja lebih cepat. Hal tersebut lantaran banyak pekerjaan atau proyek yang harus dipelajari serta diselesaikan dalam waktu yang singkat dengan jumlah karyawan yang tak seberapa.

Selain itu, karyawan juga bisa saja melakukan pekerjaan yang mungkin tidak termasuk dalam wilayah kerja.

Skala bisnis

Perusahaan konvensional biasanya sudah beroperasi pada skala yang lebih besar dan sudah stabil.

Karena merupakan perusahaan rintisan, banyak startup yang masih beroperasi di skala kecil.

Struktur organisasi

Perusahaan konvensional memiliki struktur organisasi yang lebih terorganisir dan terstruktur dengan baik.

Sedangkan struktur organisasi pada startup lebih fleksibel dan tidak terlalu terikat oleh aturan yang ketat.

Dari perbedaan bisnis konvensional dan bisnis startup tersebut, tentunya sudah terlihat bahwa keduanya memiliki ciri khas masing-masing. ***

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan komentar