Ketahui Perbedaan Rest Area Tipe A, B, dan C di Jalan Tol Berikut Sebelum Berangkat Mudik Lebaran

Pulang ke kampung halaman atau mudik saat menjelang hari raya Idul Fitri merupakan tradisi tahunan bagi masyarakat Indonesia. Untuk mudik lebaran tidak sedikit masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. Ketika melintasi jalan Tol, tentunya akan terdapat rest area untuk beristirahat.

Pengertian rest area

Rest area merupakan tempat istirahat yang tersedia sepanjang jalan, yang ditujukan bagi pengendara kendaraan bermotor untuk istirahat dan mendinginkan mesin.

Rest area yang tersedia pada jalan Tol ternyata memiliki tipe yang berbeda-beda. Terdapat tipe A, B, dan C yang tersebar di seluruh ruas jalan Tol. Karena memiliki tipe yang berbeda, maka fasilitas yang tersedia pun tentunya juga berbeda.

Pada beberapa tipe rest area, tempat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat saja. Akan tetapi juga sebagai sarana pengembangan wilayah sekitar.

Perbedaan rest area tipe A, B, dan C

Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran dengan menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya sebelum berangkat kenali terlebih dahulu beberapa perbedaan tipe rest area di jalan tol berikut ini:

1. Luas lahan

Pada rest area tipe A, tempat ini memiliki luas minimal 6 hektar serta lebar minimal 150 meter. Untuk tipe B memiliki luas wilayah yang lebih kecil dari Tipe A, yaitu dengan luas minimal 3 hektar dengan lebar minimal 100 meter.  Sedangkan tipe C memiliki minimal luas 2.500 meter persegi dan minimal lebar 25 meter.

2. Fasilitas

Untuk rest area Tipe A, dilengkapi dengan fasilitas umum meliputi pusat Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan fasilitas isi ulang kartu tol, toilet, klinik kesehatan, bengkel, warung atau kios, minimarket, mushola, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana tempat parkir.

Artikel Terkait  Perbedaan Dataran Tinggi dan Dataran Rendah

Fasilitas yang tersedia pada tipe B meliputi pusat ATM dengan fasilitas isi ulang kartu tol, toilet, warung atau kios, minimarket, mushola, restoran, ruang terbuka hijau, dan sarana tempat parkir.

Sedangkan fasilitas yang terdapat pada tipe C adalah toilet, warung atau kios, mushola, dan sarana tempat parkir yang bersifat sementara.

3. Jarak antar rest area

Setiap rest area memiliki jarak yang proporsional dengan rest area selanjutnya. Setidaknya rest area tipe A akan diletakkan setiap 50 km, dan jarak ke rest area tipe A berikutnya minimal 20 km.

Untuk tipe B akan tersedia pada jarak 30 km. Jarak rest area tipe A dan tipe B minimal 10 km, dan jarak antara tipe B ke rest area tipe B berikutnya minimal 10 km.

Sedangkan jarak minimum antara rest area tipe C ke rest area lain, setidaknya sejauh 2 km.

4. Ketersediaan SPBU

Ketika melakukan perjalanan jarak jauh, tentunya keberadaan SPBU sangat penting untuk bisa mengisi bahan bakar kendaraan. Karena apabila kehabisan bahan bakar di tengah jalan tentunya kendaraan tidak bisa jalan lagi.

Apabila melewati jalur tol, tidak semua rest area terdapat SPBU untuk mengisi bahan bakar. SPBU di rest area jalan tol hanya terdapat pada tipe A. Sehingga pada tipe B dan C tidak terdapat SPBU.

Untuk itu apabila sedang mencari SPBU untuk mengisi bahan bakar di jalan tol, carilah rest area tipe A.Demikian informasi terkait perbedaan rest area tipe A, B, dan C di jalan tol yang sebaiknya Anda ketahui sebelum berangkat mudik lebaran. ***

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar