Program Sekolah Adiwiyata adalah salah satu program yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Secara etimologi, Adiwiyata berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu:
- “Adi” yang berarti besar, agung, ideal, atau sempurna.
- “Wiyata” yang berarti tempat menimba ilmu pengetahuan, norma, dan etika.
Jadi, secara harfiah, Adiwiyata adalah tempat yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan serta norma dan etika yang dapat menjadi dasar bagi terciptanya kesejahteraan hidup dan tercapainya cita-cita pembangunan berkelanjutan.
Dasar Hukum Program Sekolah Adiwiyata
Berikut adalah dasar hukum utama yang menjadi landasan program Adiwiyata:
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK)
- Peraturan Menteri LHK No. P.53/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata. Peraturan ini secara khusus mengatur pedoman dan mekanisme pemberian penghargaan Adiwiyata, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga mandiri.
- Peraturan Menteri LHK Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah.
Tujuan Sekolah Adiwiyata
Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perilaku warga sekolah agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
Secara umum, tujuan dari program Adiwiyata adalah untuk membentuk sekolah yang mampu:
- Berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
- Melaksanakan pembangunan berkelanjutan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, program Adiwiyata memiliki empat komponen utama yang harus dilaksanakan secara terintegrasi:
- Kebijakan Berwawasan Lingkungan: Meliputi visi, misi, dan kebijakan sekolah yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti penghematan sumber daya alam, pengelolaan sampah, dan alokasi dana untuk kegiatan lingkungan.
- Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Lingkungan: Mengintegrasikan materi dan isu lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran serta kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
- Kegiatan Lingkungan Berbasis Partisipatif: Mendorong partisipasi aktif seluruh warga sekolah (siswa, guru, kepala sekolah, dan staf) dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
- Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan: Menyediakan dan mengelola sarana serta prasarana sekolah yang mendukung upaya pelestarian lingkungan, seperti tempat sampah terpilah, biopori, dan taman sekolah.
Contoh RPP Sekolah Adiwiyata SMK BINA HARAPAN SLEMAN
Nama Guru : …………………………………
Mata Pelajaran : Teknologi Layanan Jaringan
Kelas / Semester : XI / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 × 45 menit
IDENTIFIKASI
1. Peserta Didik
-
Pengetahuan awal: Siswa sudah mengenal dasar-dasar jaringan komputer dan komunikasi data.
-
Minat: Tinggi terhadap teknologi komunikasi berbasis internet karena relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
-
Latar belakang: Sebagian siswa terbiasa menggunakan aplikasi komunikasi (WhatsApp, Zoom, Google Meet), namun belum memahami konsep teknis VoIP.
-
Kebutuhan belajar: Diperlukan keterhubungan pembelajaran dengan dunia nyata, khususnya perbandingan VoIP dan PSTN (telepon konvensional).
-
Aspek lainnya: Motivasi siswa meningkat bila pembelajaran dikaitkan dengan efisiensi biaya (konservasi energi dan penghematan).
2. Materi Pelajaran
-
Jenis pengetahuan: Pengetahuan konseptual (cara kerja VoIP) dan prosedural (analisis data penghematan biaya telekomunikasi).
-
Relevansi: Berkaitan dengan penggunaan teknologi hemat biaya dan ramah lingkungan di sekolah maupun rumah.
-
Tingkat kesulitan: Sedang; siswa perlu pemahaman jaringan sekaligus analisis data numerik.
-
Struktur materi:
-
Konsep dasar PSTN dan VoIP
-
Mekanisme kerja VoIP
-
Analisis penghematan biaya dan energi melalui VoIP
-
-
Integrasi nilai/karakter: Efisiensi, kepedulian lingkungan (konservasi energi), kerja sama, dan tanggung jawab.
3. Dimensi Profil Lulusan (DPL)
-
DPL 3: Penalaran Kritis
-
DPL 4: Kreativitas
-
DPL 5: Kolaborasi
-
DPL 8: Komunikasi
4. Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu memahami cara kerja VoIP, menganalisis data tagihan telepon PSTN sekolah, menghitung persentase penghematan biaya/energi, serta mempresentasikan hasil dalam bentuk infografis.
5. Lintas Disiplin Ilmu
-
Teknologi Informasi dan Komunikasi
-
Matematika (perhitungan persentase penghematan)
-
Pendidikan Lingkungan Hidup (konservasi energi)
6. Tujuan Pembelajaran
-
Siswa dapat menjelaskan cara kerja VoIP secara tepat.
-
Siswa dapat mengumpulkan data tagihan telepon PSTN sekolah dengan benar.
-
Siswa mampu menganalisis data untuk menghitung persentase penghematan biaya/energi melalui VoIP.
-
Siswa dapat menyajikan hasil analisis dalam bentuk infografis dengan jelas dan komunikatif.
7. Topik Pembelajaran
Cara Kerja VoIP dengan Integrasi Konservasi Energi
8. Praktik Pedagogis
-
Student-centered learning
-
Project-based learning (PBL)
-
Kolaborasi kelompok
9. Kemitraan Pembelajaran
Melibatkan staf administrasi sekolah (penyedia data tagihan PSTN) sebagai mitra data nyata.
10. Lingkungan Pembelajaran
-
Laboratorium komputer/jaringan sekolah
-
Lingkungan sekolah (akses data administrasi telepon)
11. Pemanfaatan Digital
-
Software pengolah data (Excel/Google Sheets)
-
Aplikasi desain grafis/infografis (Canva, PowerPoint)
-
Internet untuk referensi
PENGALAMAN BELAJAR
AWAL (Berprinsip: berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
-
Orientasi: Guru membuka pembelajaran dengan menampilkan perbandingan biaya telepon PSTN vs VoIP di kehidupan sehari-hari.
-
Apersepsi: Guru mengaitkan dengan pengalaman siswa saat menggunakan WhatsApp Call dibandingkan telepon seluler.
-
Motivasi: Guru menekankan pentingnya efisiensi energi/biaya dalam komunikasi.
INTI Memahami (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
-
Siswa menyimak penjelasan guru tentang cara kerja VoIP.
-
Diskusi kelas tentang perbedaan VoIP dan PSTN.
Mengaplikasi (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
-
Siswa dalam kelompok mengumpulkan data tagihan telepon PSTN sekolah.
-
Menganalisis data: menghitung persentase penghematan bila menggunakan VoIP.
-
Membuat infografis hasil analisis.
Merefleksi (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
-
Setiap kelompok mempresentasikan infografis.
-
Guru dan siswa berdiskusi mengenai manfaat VoIP dari segi biaya dan konservasi energi.
PENUTUP (berkesadaran, bermakna, menggembirakan)
-
Guru memberikan umpan balik atas presentasi dan analisis siswa.
-
Siswa bersama guru menyimpulkan konsep VoIP dan kaitannya dengan konservasi energi.
-
Guru memfasilitasi perencanaan tindak lanjut (misalnya simulasi implementasi VoIP di sekolah).
ASESMEN PEMBELAJARAN
-
Asesmen pada Awal Pembelajaran
-
Tes lisan (pengetahuan awal tentang telepon konvensional dan aplikasi VoIP).
-
-
Asesmen pada Proses Pembelajaran
-
Observasi keterlibatan siswa dalam mengumpulkan data dan diskusi kelompok.
-
Penilaian kinerja saat menghitung persentase penghematan.
-
-
Asesmen pada Akhir Pembelajaran
-
Penilaian proyek (infografis hasil analisis).
-
Presentasi hasil kelompok.
-
-
Asesmen Mendalam
-
Assessment as learning: Refleksi siswa terhadap manfaat VoIP.
-
Assessment for learning: Guru memberi umpan balik pada proses analisis data.
-
Assessment of learning: Penilaian produk (infografis), presentasi, dan laporan analisis.
-
Metode Asesmen yang digunakan: Tes lisan, Penilaian Proyek, Penilaian Produk (infografis), Observasi, Peer Assessment, Self Assessment.
Rubrik Penilaian
A. Penilaian Produk (Infografis Hasil Analisis)
| Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Data | Data diolah benar, persentase penghematan akurat. | Data cukup benar, ada sedikit kesalahan minor. | Data cukup benar, ada beberapa kesalahan perhitungan. | Data tidak akurat, banyak kesalahan. |
| Desain Visual | Infografis menarik, rapi, proporsional, mudah dibaca. | Cukup menarik, ada sedikit kekurangan visual. | Sederhana, agak sulit dipahami. | Berantakan, sulit dibaca. |
| Kejelasan Informasi | Ringkas, padat, mudah dipahami. | Cukup jelas, masih ada yang kurang ringkas. | Informasi panjang/lebar, agak membingungkan. | Tidak jelas, sulit dipahami. |
| Kreativitas | Ide inovatif, berbeda dari kelompok lain. | Cukup kreatif dengan variasi standar. | Kurang kreatif, data mentah tanpa variasi. | Tidak ada kreativitas. |
Skor Maksimal Infografis = 16
B. Penilaian Presentasi Hasil
| Aspek yang Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Penguasaan Materi | Lancar, memahami VoIP & analisis penghematan. | Cukup baik, ada sedikit keraguan. | Kurang menguasai, terbata-bata. | Tidak menguasai, salah konsep. |
| Penyampaian | Jelas, percaya diri, ekspresif. | Cukup jelas, agak kurang percaya diri. | Kurang jelas, sering terbata-bata. | Tidak jelas, sulit dipahami. |
| Kerja Sama Tim | Semua anggota berperan aktif. | Sebagian besar aktif, ada yang pasif. | Hanya sedikit yang aktif. | Hampir semua pasif. |
| Penggunaan Media | Infografis mendukung penjelasan dengan baik. | Infografis digunakan tapi kurang maksimal. | Ditampilkan tapi tidak dijelaskan dengan baik. | Tidak menggunakan infografis. |
Skor Maksimal Presentasi = 16
Konversi Nilai
-
Total Skor Maksimal: 32
-
Rumus Nilai = (Skor yang diperoleh ÷ 32) × 100
_____________________________________________________________________
Sekolah Adiwiyata merupakan program yang bertujuan untuk menciptakan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui penerapan nilai-nilai ramah lingkungan dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan budaya sekolah, program ini mendorong terciptanya lingkungan belajar yang sehat, bersih, serta berkelanjutan.
Dengan adanya sekolah Adiwiyata, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dibekali dengan kesadaran ekologis, keterampilan menjaga kelestarian alam, serta sikap tanggung jawab terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim, menjaga konservasi energi, serta mengedepankan prinsip hidup berkelanjutan.
Oleh karena itu, sekolah Adiwiyata bukan sekadar program penghijauan sekolah, melainkan sebuah gerakan pendidikan yang membentuk karakter peduli lingkungan, kolaborasi antarwarga sekolah, serta kontribusi nyata dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom, Gr adalah seorang guru SMK yang mengajar sejak 2010, saat ini selain mengajar juga menjadi seorang blogger di berbagai website pribadi, menjadi SEO Specialist di Perusahaan crypto internasional, pernah mengajar sebagai asisten dosen di UNY, sering menjadi narasumber bidang digital marketing UMKM
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini





