Perbedaan Sistem Pendidikan di Indonesia dan Finlandia

Setiap negara memiliki kebijakannya masing-masing untuk memajukan dunia pendidikannya. Sebagai negara yang terkenal dengan kualitas pendidikannya yang tinggi, Finlandia menunjukkan sistem pengajaran optimalnya sehingga menduduki tingkat atas sistem pendidikan terbaik.

Lalu, apa perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Finlandia? Simak informasi selengkapnya pada ulasan berikut ini!

Kurikulum yang Digunakan

Dari segi kurikulum yang digunakan, sekolah di Indonesia dan Finlandia sangat berbeda. Sekolah-sekolah di Indonesia menggunakan Kurikulum Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Kurikulum tersebut disusun dengan sifat akademis dan berorientasi pada pelajaran klasik seperti matematika, ilmu pengetahuan alam dan sosial, serta bahasa. Namun meskipun begitu, Kemendikbudristek juga mengupayakan pengembangan kurikulum yang lebih holistik dengan meluncurkan Merdeka Belajar. 

Sedangkan di Finlandia, institusi pendidikan menggunakan kurikulum yang lebih fleksibel dan memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan materi pelajaran dengan kebutuhan siswanya. Finlandia menerapkan kurikulum yang menekankan pada pembelajaran lintas disiplin dan berfokus pada pemecahan masalah. Mereka mengedepankan pengembangan keterampilan umum, seperti berpikir kritis dan keterampilan sosial.

Pendekatan Pengajaran

Jika dilihat dari pendekatan pengajaran, sistem pendidikan di Indonesia masih banyak menggunakan cara tradisional dengan pembelajaran satu arah dari guru ke siswa. Guru sering dianggap sebagai sumber utama pengetahuan dan memiliki otoritas yang cukup besar, hal ini sebetulnya bisa menghambat kreativitas dan cara berpikir kritis siswa.

Sementara di Finlandia gaya pengajarannya menggunakan pendekatan yang lebih interaktif dan kolaboratif. Mereka menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan pembelajaran berbasis proyek, sehingga guru lebih berperan sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswa dalam proses belajar.

Usia dan Aturan Masuk Sekolah

Dari aspek aturan usia anak masuk sekolah, di Indonesia masih sering didapati anak umur 3 tahun sudah ada yang menyekolahkan anaknya dengan tujuan anaknya belajar bersosialisasi. Belum lagi, untuk masuk ke jenjang Sekolah Dasar calon siswa diharuskan sudah bisa membaca dengan segala tes masuk yang sangat panjang dan rumit. Padahal apabila anak disekolahkan dari dini, bisa membuat anak kehilangan waktu bermain bersama keluarga.

Artikel Terkait  Pantun Lucu, yang bisa Dijadikan Hiburan untuk Sehari-hari

Sedangkan di Finlandia, anak-anak baru bersekolah setelah mereka berusia 7 tahun. Dan untuk aturan masuk sekolah mereka hanya menerapkan satu tes yang wajib diikuti oleh pelajar, yaitu pada saat para siswa berusia 16 tahun.

Jam Sekolah dan Tugas

Sekolah di Indonesia biasanya memiliki jam belajar yang sangat panjang, mulai dari pagi hingga sore hari.
Setelah jam belajar yang lama tersebut, para siswa juga sering diberi pekerjaan rumah dalam jumlah besar yang harus diselesaikan di luar jam sekolah.

Sementara sekolah di Finlandia memiliki jam belajar yang lebih pendek, dengan penekanan pada efisiensi dan efektivitas dalam waktu yang lebih singkat. para siswa diberikan pekerjaan rumah lebih sedikit, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk bermain dan kegiatan ekstrakurikuler.

Sistem Evaluasi Pembelajaran

Perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dan Finlandia dalam segi sistem evaluasi pendidikan, memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Di Indonesia mengandalkan sistem evaluasi berbasis ujian, baik ujian harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan Ujian Nasional yang menjadi salah satu penentu utama kelulusan siswa.

Sementara di Finlandia menerapkan sistem evaluasi yang lebih holistik dan berkelanjutan, dengan penekanan pada umpan balik dan penilaian formatif. Penilaian yang dilakukan lebih beragam, evaluasi yang dilakukan tidak hanya didasarkan pada ujian tertulis, tetapi juga pada proyek, presentasi, dan partisipasi kelas. Di Finlandia juga tidak ada ujian nasional standar hingga akhir pendidikan menengah. Fokus lebih pada pembelajaran yang mendalam daripada menghafal materi untuk ujian.

Jadi kesimpulannya, sistem pendidikan di Finlandia lebih menekankan pada kesejahteraan siswa, fleksibilitas kurikulum, dan evaluasi pembelajaran yang lebih holistik, sementara sistem pendidikan di Indonesia masih banyak berfokus pada penguasaan materi akademik dan nilai ujian. Namun, baik di Indonesia maupun di Finlandia, kebijakan tentang pendidikan ini merupakan upaya peningkatan kualitas pendidikan agar lebih baik lagi ke depan. Meskipun di Indonesia sistemnya masih belum sempurna, setiap tahun selalu ada evaluasi dan gebrakan perbaikan dari Kemendikbudristek.


Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar