Banyak yang masih belum tahu, ternyata Kristen itu terbagi menjadi 2 secara besar, yaitu Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Bagi yang belum tahu, dan tidak ingin ribet, pasti dalam penyampaian ke orang-orang beragama Kristen. Dan hal itu yang membuat orang-orang menganggap sama (seragam).
Kita, bisa mengetahui hal tersebut, melalui sejarah yang ada, dan dari situ, bisa dilakukan secara mendalam. Dari sejarah, maka kita bisa membedakan mana yang Kristen Katolik, dan mana Kristen yang Protestan. Pada akhirnya, ajaran yang diberikan juga berbeda.
Berikut adalah penjelasannya.
Awal Mula Perpecahan Kristen jadi 2 Aliran
Di awal, Kristen bertumpu atau bermuara di bawah Gereja Katolik yang dipimpin oleh seorang Paus. Di tahun 1517, Martin Luther memulai gerakan reformasi untuk memisahkan diri dari Gereja Katolik akibat adanya kebijakan gereja yang dianggap menyimpang dari apa yang dituliskan di Alkitab saat itu.
Salah satunya, bisa kita lihat dalam kegiatan jual beli surat penghapusan dosa. Padahal, mengakui dosa harusnya dilakukan secara langsung kepada Tuhan Yesus. Untuk itu, Martin Luther memisahkan diri dari Gereja Katolik bersama pengikutnya. Kemudian, aliran agama tersebut, disebut Kristen Protestan.
Perbedaan Agama Kristen Protestan dan Katolik
Berikut, adalah perbedaan dari agama Kristen Katolik maupun Protestan:
1. Cara Berdoa
– Kristen Katolik
Untuk umat Kristen Katolik, dalam cara berdoanya, diawali dan diakhiri dengan adanya Tanda Salib. Mulai dari gerakan menyentuh kening, dada, hingga kedua sisi bahu. Di agama Katolik, terdapat doa-doa wajib yang perlu dipanjatkan pada hari tertentu, seperti Doa Ratu Surga, dan lain sebagainya.
– Kristen Protestan
Umat Kristen Protestan, dalam cara doanya, hanya melipat tangan dan menutup kedua matanya tanpa ada gerakan-gerakan khusus seperti Kristen Katolik. Dalam tujuan doa, tidak ditujukan kepada Bunda Maria, tetapi hanya Tuhan Yesus.
2. Kitab Suci
– Kristen Katolik
Untuk umat Katolik, tidak mendasarkan kepercayaan pada satu kitab saja. Tidak hanya Alkitab saja, umat Katolik juga terikat oleh beberapa tradisi Gereja Katolik Roma dan kitab tambahan lainnya, yang disebut Deuterokanonika.
– Kristen Protestan
Dalam hal kitab suci, umat Kristen Protestan hanya terikat pada satu Kitab Suci saja, yaitu Alkitab. Kitab tersebut, merupakan satu-satunya buku Tuhan, sebagai pedoman hidup, dan kitab penuh ajaran, dan berisikan larangan-larangan, yang datang dari Allah.
3. Gereja
– Kristen Katolik
Dalam Kristen Katolik, tidak ada gereja utama atau gereja sejati. Terdapat banyak, berpuluh-puluh ribu gereja di seluruh dunia, dan dianggap sama atau setara. Jadi masih dibilang resmi. Semua gereja yang ada memiliki posisi yang penting atau utama dalam umatnya.
– Kristen Protestan
Untuk umat Kristen Protestan, memiliki pandangan yang berbeda mengenai gereja. Dimana, bagi umat Katolik, Gereja dianggap satu-satunya gereja sejati di seluruh dunia, dan berada di bawah kepemimpinan Paus di Roma.
4. Pemuka agama
– Kristen Katolik
Untuk umat Katolik, pemuka agama disebut dengan Pastor. Mereka biasa berkotbah dan memimpin jalannya hari raya besar keagamaan. Pastor hanya dari kaum laki-laki dan dilarang melakukan hal-hal duniawi seperti menikah. Itulah beban berat atau konsekuensi yang harus dijalani oleh Pastor.
– Kristen Protestan
Pemuka agama pada umat Kristen Protestan, disebut Pendeta. Mereka yang memimpin jalannya acara keagamaan dan ibadah setiap minggunya. Siapapun bisa menjadi Pendeta, entah laki-laki maupun perempuan. Seorang Pendeta juga diberi kebebasan dalam menikah.
5. Jumlah Sakramen
– Kristen Katolik
Jumlah sakramen yang dilakukan oleh umat Katolik, adalah 7 buah. Mulai dari Baptis, Krisma, Ekaristi, Perkawinan, Pengurapan, Imamat, dan Pengakuan Dosa. Gereja Katolik percaya bahwa sakramen tersebut memang dilembagakan oleh Yesus Kristus dan dapat menganugerahkan rahmat Tuhan.
– Kristen Protestan
Untuk umat Kristen Protestan, hanya mengakui dua sakramen, yaitu sakramen Pembaptisan dan Perjamuan Kudus, atau yang disebut dengan Ekaristi dalam Gereja Katolik. Hal tersebut, merupakan ritual simbolik yang sebagai bentuk penerimaan tubuh Kristus ke dalam hidup setiap umat-Nya.
6. Perjamuan Tuhan
– Kristen Katolik
Pada umat Kristen Katolik, Gereja Katolik, roti, dan anggur yang diterima merupakan perwujudan Kristus dan dapat didoakan. Di Gereja Katolik, orang yang telah dibaptis, tidak boleh atau tidak diizinkan untuk memimpin Perjamuan Tuhan.
– Kristen Protestan
Bagi umat Protestan, roti dan anggur merupakan simbol dalam memperingati tubuh dan darah Kristus yang mau disalibkan demi menyelamatkan manusia dari dosa. Di Gereja Protestan, mereka yang telah dibaptis, bisa diizinkan untuk memimpin Perjamuan Tuhan.
7. Nama Baptis
– Kristen Katolik
Untuk umat Katolik yang telah dibaptis, wajib memiliki nama baptis untuk disematkan di depan nama mereka. Nama baptis itu, diberikan berdasarkan orang kudus yang telah memiliki gelar berupa Santo atau Santa. Beberapa contoh nama baptis yang ada, adalah Maria, Ursula, Petrus, Michael, dan lain-lain.
– Kristen Protestan
Untuk umat Kristen Protestan, tidak diwajibkan memiliki nama baptis setelah dibaptis. Banyak umat Kriten yang sejak lahir memiliki nama-nama dari Alkitab, seperti Daniel, Zefanya, dan lain sebagainya. Jadi bebas, bisa dibilang begitu.
Itulah, penjelasan mengenai sejarah dan perbedaan antara Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Semoga memahami.
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini





