Inilah Perbedaan Kalender Tionghoa dan Kalender Islam

Sistem penanggalan Tionghoa dan Islam memiliki perbedaan dalam penentuan tanggal. Dalam penentuan penanggalan, biasanya merupakan hasil dari kebudayaan, agama, atau kepercayaan masyarakat setempat. Hal itulah yang memungkinkan terjadinya perbedaan penanggalan antara kalender Tionghoa dan kalender Islam.

Titik tolak penanggalan Tionghoa adalah milenium 3 sebelum Masehi (SM), masa Kaisar Huang Di, antara tahun 2698 SM dan 2599 SM. Seperti yang telah diketahui, biasanya tahun baru Tionghoa atau Imlek selalu jatuh pada waktu yang hampir bersamaan tiap tahunnya, antara Januari dan Februari. Sedangkan tahun baru Islam berubah-ubah, kadang saat musim kemarau, kadang musim hujan.

Perbedaan kalender Tionghoa dan kalender Islam

Untuk mengetahui perbedaan kalender Tionghoa dan kalender Islam, simak informasinya berikut ini.

Kalender Tionghoa (China)

– Pada kalender Tionghoa atau China selain berbasis bulan, sistem penanggalan kalender Tionghoa juga memasukkan unsur matahari, atau saat bulan dan matahari “bertemu” dan terletak segaris dari sudut pandang manusia.

Seperti diketahui, gerak semu tahunan matahari merupakan penentu musim di bumi. Saat matahari berada di 23,5 derajat Lintang Selatan misalnya, belahan selatan akan mengalami musim panas, dan belahan utara akan mengalami musim dingin. Dengan memasukkan unsur musim, satu bulan dalam kalender Tionghoa tetap berlangsung antara 29 dan 30 hari seperti sistem kalender Islam. 

– Dalam kalender Tionghoa juga terdapat bulan kabisat atau Lun Gwee. Lama bulan kabisat yaitu 29-30 hari juga. Penambahan tersebut setiap 2,7 tahun sekali. Sehingga, ada satu tahun dalam kalender Tionghoa yang memiliki 13 bulan. Dengan cara itu, selisih 11 hari dengan kalender Masehi bisa diatasi, dan tahun baru Tionghoa tetap jatuh pada musim semi.

Artikel Terkait  Mendefinisikan Xenophobia dan Jenisnya

– Kalender Tionghoa juga disebut sebagai kalender suryacandra atau lunisolar (campuran bulan dan matahari), yang berarti satu bulan ditandai dengan pergantian fase bulan, tetapi satu tahun ditandai dengan pergantian musim, dimana pergantian musim bergantung pada posisi matahari, sehingga satu tahun bisa 12 atau 13 bulan ketika kabisat.

– Sebelum masa pemerintahan kaisar Huangdi yg memerintah di tahun 2697 SM, pada kalender Tionghoa tidak ada penyebutan tahun.

Kalender Islam (Hijriyah)

– Kalender Islam disebut juga kalender candra/qomariah/lunar, yang berarti satu bulan ditandai dengan satu fase penuh bulan, sehingga cirinya satu bulan selalu 30 hari.

– Tahun pertama kalender Islam atau Hijriyah berawal saat peristiwa Hijrah kaum muslimin dari kota mekah ke Madinah. Oleh karena itu, kalender Islam juga disebut kalender Hijriyah.

– Penghitungan bulan baru pada kalender Islam adalah dari saat penampakan hilal, bulan sabit yang sangat tipis.

– Jumlah hari dalam kalender Islam adalah 354 hari. Pada setiap tahunnya terdiri atas 12 bulan yang lamanya antara 29 dan 30 hari.

– Pada kalender Islam juga terdapat tahun kabisat, karena lama satu bulan tak benar-benar tepat dengan waktu Bulan mengelilingi Bumi. Saat tahun kabisat terdapat penambahan satu hari, sehingga dalam satu tahun kabisat tersebut terdapat 355 hari.

– Nama-nama bulan pada kalender Islam berasal dari penanggalan yang ada di tanah Arab sejak masa Quraisy atau sebelum Islam.

Demikian perbedaan antara kalender Tionghoa (China) dengan kalender Islam (Hijriyah). Kedua kalender tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan atau tradisi masyarakat yang menggunakan. Sesuai dengan namanya, kalender Tionghoa (China) banyak digunakan oleh masyarakat China. Sedangkan kalender Islam (Hijriyah) biasanya digunakan oleh masyarakat yang beragama Islam.

Artikel Terkait  Literasi dan Kajiannya menurut Linguistik

Tentunya kalender Tionghoa (China) dengan kalender Islam (Hijriyah) juga memiliki fungsi masing-masing bagi masyarakat yang menggunakan kedua kalender tersebut.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar