Globalisasi, mulai menjamur sekarang, dan salah satu hal yang bisa disenggol adalah budaya. Sehingga, bisa dibilang riskan dan sensitif, hal ini bisa mengubah budaya atau identitas diri bangsa. Sehingga, dari sini anak-anak bangsa, diharapkan masih mengenal budayanya.
Fenomena, kehidupan antar negara saling terhubung dan transparan ini, membuat kita sebagai generasi muda harus memfilter informasi yang ada. Takutnya, guncangan informasi yang ada, malah menyesatkan kita pada yang namanya kehilangan identitas.
Arti Globalisasi
Globalisasi, adalah negara-negara di dunia, bisa terhubung secara singkat dan mudah melalui berbagai bentuk interakasi, yang sekarang dimudahkan oleh yang namanya teknologi. Hubungan tersebut, bersifat internasional, sehingga semua transparan dengan maksimal.
Salah satu, aplikasi dari adanya globalisasi, adalah bisa kita lihat dalam hal budaya. Budaya antar negara, sekarang bisa dilihat dengan mudah karena adanya globalisasi tersebut, sekaligus ada dukungan dari teknologi, malah memudahkan mencari informasi tersebut.
Bentuk interaksi, bisa melalui komunikasi, perdagangan, teknologi, dan migrasi. Gdi lobalisasi telah meningkatkan konektivitas antarbangsa. Namun, di sisi lain globalisasi juga membawa dampak negatif jika tidak diimbangi dengan memfilter dan belajar budaya sendiri.
Budaya dalam Konteks Globalisasi
Untuk budaya dalam konteks globalisasi, lebih mengacu pada tradisi, adat istiadat, bahasa, agama, seni, dan sistem nilai yang dianut oleh suatu bangsa atau kelompok masyarakat. Budaya bangsa, identik dengan kekayaan dan keberagaman.
Kebudayaan sendiri, bisa terpengaruh oleh globalisasi dan mengalami pergeseran yang signifikan. Bisa kita lihat, dalam terjadinya relativisasi nilai-nilai budaya. Dalam era globalisasi, nilai-nilai budaya lokal lebih sering terkena imbas dari budaya luar. Mungkin, dibilang baru dan beda dari negara sendiri.
Misal, bisa kita lihat dalam kehadiran produk-produk luar negeri dan budaya populer Barat yang merajalela, sehingga dapat mengubah pola pikir dan gaya hidup masyarakat. Adanya globaliasi, juga membuat masyarakat lebih terbuka akan budaya asing.
Dampak dari adanya Globalisasi di Bidang Budaya
Adanya globalisasi, pasti ada dampak positif dimana lebih ke peningkatan toleransi, pemahaman, dan kerja sama antar bangsa. Sisi negatif, terlalu banyak asimilasi budaya asing, membuat identitas bangsa bisa hilang. Pergeseran perilaku, dan gaya hidup pasti ada.
Contohnya, bisa kita lihat dalam tren fashion dan gaya hidup dari luar negeri yang diunggah oleh masyarakat saat ini, seperti dalam hal pakaian, makanan, dan lain-lain. Semua berpengaruh karena dilihat dari konsumennya juga.
Masyarakat Indonesia, bisa berinteraksi dengan warga negara lain secara luas, tanpa harus ke lokasi, karena ada internet. Platform komunikasi online, juga ada di zaman sekarang. Perubahan cara komunikasi lewat internet, juga pasti berubah.
Hilangnya Keanekaragaman Budaya
Adanya globalisasi, juga menghilangkan keanekaragaman yang ada dalam suatu budaya bangsa. Budaya-budaya lokal, sering terpinggirkan sejak adanya proses globalisasi yang cepat. Hal ini, berkaitan dengan domunasi budaya negara lain yang lebih kuat (global).
Hal ini dapat mengancam eksistensi tradisi-tradisi lokal yang ada, bahasa daerah, dan seni tradisional yang sekarang bisa kita rasakan semakin punah. Globalisasi, memberikan dampak kompleks, dalam budaya bangsa.
Globalisasi, bisa membawa kontribusi, dalam kerja sama bilateral maupun multilateral dalam hal budaya, agar budaya kita semakin kompleks dan terkenal. Pentingnya, suatu bangsa untuk menjaga yang namanya budaya sendiri, agar identitas bangsa tetap ada.
Pengaruh Globalisasi terhadap Pola Konsumsi Konsumen
Pola konsumen dalam mengonsumsi sesuatu akibat globalisasi, lebih ke gaya hidup baru, dan produk-produk asing yang dikonsumsi. Hal ini, mengancam gaya hidup dan produk lokal. Selain itu, secara tidak langsung juga mempengaruhi kebiasaan yang ada, lebih meniru budaya negara lain.
Pengaruh budaya lain, hari demi hari semakin terasa dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari. Keberlanjutan budaya sendiri, bisa dipermasalahkan karena riskan menyangkut generasi selanjutnya. Dari terpengaruh oleh tren-tren, membuat kita akan terlena dengan budaya luar.
Bisa kita lihat, sekarang banyak orang-orang yang terpengaruh oleh pola hidup “fast food’ dan konsumerisme, sehingga mereka cenderung lebih memilih makanan instan daripada memasak sendiri. Fenomena ini, berdampak pada kebiasaan konsumsi masyarakat yang menjadi tidak sehat dan buruk.
Semoga, guncangan budaya yang ada, tetap mempertahankan identitas bangsa.
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini





