Bukan Cuma Umat Islam, Ini Puasa di Berbagai Agama

Bulan suci ramadhan adalah bulan suci dimana umat islam melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Namun tahukah kalian jika umat agama lain pun melaksanakan puasa. Ada banyak agama yang memiliki ibadah puasa seperti halnya umat Islam, hal ini menunjukkan kebenaran yang disampaikan oleh Allah dalam Qur’an Surat Al Baqarah 183 yang berbunyi

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِنن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah 183)

Puasa memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti menghilangkan kotoran di dalam tubuh, itulah sebabnya seseorang yang akan menjalani operasi diminta untuk berpuasa terlebih dahulu guna menghindari terjadinya infeksi akibat paparan makanan dalam tubuh dengan udara bebas, serta mempermudah dokter dalam melaksanakan operasi.

Puasa Umat Agama Lain di Dunia

Setidaknya ada belasan agama yang juga menjalankan ibadah puasa seperti halnya kaum muslim, mereka tidak memakan makanan serta menahan diri dari berbagai godaan duniawi, berikut adalah puasa umat beragama lain selain umat islam

Puasa Agama Hindu

Puasa di agama Hindu dikenal sebagai “Upavasa” dan memiliki berbagai konsep dan praktik yang berbeda. Puasa dianggap sebagai bentuk penyucian diri dalam agama Hindu. Dalam konteks ini, puasa bertujuan untuk membersihkan pikiran, tubuh, dan jiwa, dan memperkuat ikatan spiritual dengan Tuhan. Selama periode ini, pengikut Hindu menahan diri dari makanan tertentu atau bahkan dari semua jenis makanan, sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian kepada dewa atau dewi yang dipuja.

Puasa Agama Kristen

Salah satu saudara tua umat Islam yaitu umat Kristiani juga menjalankan ibadah puasa seperti Yesus atau Nabi Isa Alaihi salam, bedanya mereka melaksanakan puasa selama 40 hari, seperti yang dilakukan oleh Yesus. Umat Kristen melaksanakan puasa selama periode 40 hari sebelum Paskah, yang dikenal sebagai masa Prapaskah.

puasa agama kristen

Selama periode ini, mereka menahan diri dari makanan tertentu atau bahkan dari semua jenis makanan, serta melakukan kegiatan spiritual yang lebih intens seperti berdoa, membaca kitab suci, dan melakukan kegiatan sosial yang positif.

Ada beberapa denominasi Kristen yang melaksanakan puasa seperti Katolik Roma, Ortodok Timur, Ortodok Rusia, Ortodok Ethiopia, Mormon dan berbagai denominasi lainnya.

Puasa Yahudi

Umat Nabi Musa, atau yang kita kenal sebagai kaum Yahudi melaksanakan puasa pada beberapa kesempatan, seperti pada hari raya Yom Kippur dan Tisha B’Av. Selama periode ini, mereka menahan diri dari makanan dan minuman selama 24 jam, serta dari aktivitas tertentu yang dianggap melanggar puasa, seperti berhubungan seksual.

puasa dalam agama yahudi

Puasa Umat Baha’i

Agama Baha’i muncul di Persia (sekarang Iran) pada abad ke-19. Agama ini didirikan oleh Baha’u’llah, seorang pemimpin spiritual yang mengajarkan prinsip-prinsip universal seperti persatuan, kesetaraan, keadilan, dan perdamaian. Baha’i dianggap sebagai agama global, karena memiliki pengikut di seluruh dunia dan menekankan pentingnya persatuan umat manusia, keberagaman agama, dan penolakan terhadap diskriminasi dan fanatisme agama. Agama Baha’i diakui sebagai salah satu agama dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dianggap sebagai agama ke-10 terbesar di dunia dengan lebih dari 5 juta pengikut di seluruh dunia.

Artikel Terkait  Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Salah Pilih

Puasa dalam agama Baha’i: Umat Baha’i memiliki dua periode puasa dalam setahun, yaitu bulan Alá (19 hari dari 2 hingga 20 Maret) dan bulan Asma (19 hari dari 2 hingga 20 Oktober). Selama periode ini, mereka menahan diri dari makanan dan minuman dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa dalam agama Baha’i dimaksudkan untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan kesadaran akan kebutuhan orang lain.

Puasa Agama Jain

Agama Jain atau Jaina, juga dikenal sebagai Jainisme, muncul di India pada abad ke-6 SM. Agama ini didirikan oleh Mahavira, seorang pemimpin spiritual dan penyiar ajaran-ajaran yang mengajarkan prinsip-prinsip ahimsa (tidak kekerasan), ajaran karma dan reinkarnasi, serta penolakan terhadap materialisme dan hedonisme. Agama Jaina memiliki pengikut di seluruh India dan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Nepal, Bangladesh, dan Indonesia. Jumlah pengikutnya sekitar 4,2 juta orang di seluruh dunia. Agama Jaina diakui sebagai salah satu agama resmi di India dan dianggap sebagai salah satu dari enam agama besar di India bersama dengan Hinduisme, Buddha, Sikhisme, Islam, dan Kekristenan.

Dalam agama Jaina, puasa atau upavasa sering dilakukan sebagai bentuk pembersihan spiritual dan peningkatan kesadaran. Puasa dapat dilakukan pada hari tertentu atau selama periode tertentu, tergantung pada praktiknya. Selama periode puasa, penganut Jaina menahan diri dari makanan dan minuman tertentu, seperti makanan yang terbuat dari akar atau biji-bijian. Mereka juga menghindari aktivitas atau perilaku yang dapat menyebabkan kerusakan atau kekerasan, termasuk membunuh serangga atau mengikat rambut.

Puasa Agama Sikh

Agama Sikh, juga dikenal sebagai Sikhisme, muncul di wilayah Punjab, India pada abad ke-15. Agama ini didirikan oleh Guru Nanak, seorang pemimpin spiritual dan penyiar ajaran-ajaran yang mengajarkan prinsip-prinsip seperti satu Tuhan, kesetaraan manusia, seva (pelayanan tanpa pamrih), dan Naam Japo (mengingat Tuhan). Guru Nanak kemudian diikuti oleh sembilan guru Sikh lainnya, yang mengembangkan ajaran-ajaran Sikhisme dan menetapkan prinsip-prinsip dalam Kitab Suci Sikh, yaitu Guru Granth Sahib.

puasa agama sikh

Sikhisme berkembang sebagai agama yang terpisah dan memiliki praktik-praktik unik, seperti kesh (memelihara rambut dan jenggot), kangha (menjaga kebersihan rambut), kara (gelang baja), kachera (celana dalam pendek), dan kirpan (belati kecil). Sikhisme juga memiliki praktik beribadah seperti kirtan (penyanyian keagamaan), paath (membaca Guru Granth Sahib), dan langar (makanan gratis yang disediakan untuk semua orang di gurdwara, tempat ibadah Sikh).

Saat ini, Sikhisme memiliki pengikut di seluruh dunia, terutama di India, Inggris, dan Amerika Serikat. Jumlah pengikutnya diperkirakan mencapai 25 juta orang di seluruh dunia. Sikhisme diakui sebagai salah satu agama dunia dan memiliki peran penting dalam sejarah India.

Artikel Terkait  Kemendagri Terbitkan KTP Digital: Inilah Perbedaan KTP Digital ‘IKD’ dengan e-KTP

Dalam agama Sikh, puasa atau rahit sering kali dilakukan sebagai bagian dari praktik spiritual untuk membantu meningkatkan kesadaran dan disiplin diri. Puasa dapat dilakukan pada hari tertentu atau selama periode tertentu, tergantung pada praktiknya. Selama periode puasa, penganut Sikh dapat menahan diri dari makanan dan minuman dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Mereka juga menghindari perilaku atau aktivitas yang dianggap tidak sopan atau tidak sesuai dengan ajaran Sikh.

Puasa Agama Yoruba

Agama Yoruba adalah agama tradisional yang berasal dari masyarakat Yoruba di Nigeria dan sekitarnya. Agama ini mencakup keyakinan akan keberadaan banyak dewa-dewi, atau Orisha, yang diyakini memiliki pengaruh pada kehidupan manusia dan alam semesta. Agama Yoruba memiliki tradisi lisan yang kaya, dengan mitos-mitos, doa-doa, dan lagu-lagu keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pada masa lalu, agama Yoruba dipraktikkan secara luas di wilayah Yoruba di Nigeria dan negara-negara tetangganya, seperti Benin dan Togo. Namun, agama Yoruba juga menyebar ke Amerika Selatan dan Karibia melalui perdagangan budak selama periode penjajahan. Di tempat-tempat tersebut, agama Yoruba kemudian berkembang menjadi agama-agama Afro-Karibia yang baru, seperti Santeria di Kuba, Candomble di Brasil, dan Vodou di Haiti.

Pada saat ini, agama Yoruba masih dipraktikkan oleh masyarakat Yoruba di Nigeria dan sekitarnya, serta oleh para pengikutnya di seluruh dunia. Meskipun agama Yoruba bukan agama resmi di Nigeria, namun praktik-praktik dan tradisi keagamaannya tetap dijaga dan dilestarikan oleh komunitas-komunitas Yoruba di seluruh dunia.

Dalam agama Yoruba, puasa atau iṣu Ọdún sering dilakukan sebagai bagian dari upacara tahunan untuk memberikan penghormatan dan meminta bantuan dari para dewa dan leluhur. Puasa biasanya berlangsung selama sembilan hari dan selama periode ini, penganut Yoruba dapat menahan diri dari makanan daging dan alkohol. Selain itu, mereka juga menghindari tindakan atau perilaku yang dianggap tidak sopan secara spiritual.

Puasa Agama Santeria

Agama Santeria muncul di Kuba pada abad ke-19. Agama ini berasal dari perpaduan agama Yoruba, yang dibawa oleh para budak dari Afrika ke Amerika Selatan dan Karibia pada masa kolonialisme. Ketika para budak tersebut tiba di Kuba, mereka mulai menyembah dewa-dewi mereka seperti Olorun, Orisha, dan Loa dengan cara yang tersembunyi dari para penjajah Spanyol.

Pada akhirnya, agama Santeria menggabungkan unsur-unsur agama Katolik Roma dengan agama Yoruba. Pengaruh Katolik Roma tercermin dalam penggunaan patung-patung santo (orang kudus Katolik), sementara pengaruh agama Yoruba tercermin dalam penggunaan persembahan kepada Orisha, yaitu para dewa-dewi yang diyakini memiliki kekuatan alamiah.

puasa agama lain selain islam santeria

Agama Santeria berkembang di antara komunitas orang Afro-Kuba dan telah menyebar ke negara-negara lain di Amerika Selatan, Karibia, dan Amerika Utara, seperti Meksiko, Kolombia, dan Puerto Rico. Saat ini, Santeria diakui sebagai salah satu agama resmi di Kuba dan memiliki sekitar 1 juta pengikut di seluruh dunia.

Artikel Terkait  Tindakan Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari. Apa Saja?

Dalam agama Santeria, puasa sering kali dilakukan sebagai bagian dari upacara atau praktik spiritual untuk memberikan penghormatan dan meminta bantuan dari para dewa dan leluhur. Puasa dapat dilakukan pada hari tertentu atau selama periode tertentu, tergantung pada praktiknya. Selama periode puasa, penganut Santeria dapat menahan diri dari makanan atau minuman tertentu, seperti daging atau alkohol.

Puasa Dalam Taoisme

Salah satu agama yang muncul di China daratan, Taoisme juga mengenal puasa. Dalam Taoisme, puasa sering kali dilakukan sebagai bagian dari latihan spiritual yang lebih luas dan dikenal sebagai Qingming. Puasa dapat berlangsung selama beberapa hari atau bahkan beberapa bulan, tergantung pada praktiknya. Selama periode ini, penganut Taoisme dapat menahan diri dari makanan daging, alkohol, serta aktivitas seksual. Selain itu, mereka juga menghindari situasi atau lingkungan yang dianggap tidak bersih secara spiritual.

Puasa Zoroaster

Agama Zoroastrian, juga dikenal sebagai Mazdeisme, didirikan oleh seorang nabi bernama Zoroaster atau Zarathustra pada sekitar abad ke-6 SM di Persia kuno. Zoroaster diyakini lahir di daerah yang sekarang menjadi Iran atau Uzbekistan.

Menurut legenda, pada usia 30 tahun, Zoroaster mengalami pengalaman spiritual yang mengubah hidupnya dan membuatnya memulai ajarannya. Dia mengklaim menerima wahyu langsung dari dewa Ahura Mazda, yang diyakini sebagai dewa tertinggi dalam agama Zoroastrian.

Dalam Zoroastrianisme, berpuasa dikenal sebagai “Gahambar” dan diobservasi selama enam periode tahunan yang disebut “Gahambars”. Setiap “Gahambar” berlangsung selama lima atau enam hari dan diakhiri dengan upacara.

agama zoroastrian

Tujuan dari berpuasa dalam Zoroastrianisme adalah untuk membersihkan jiwa dan memperkuat hubungan seseorang dengan Tuhan. Selama berpuasa, orang Zoroaster diharapkan untuk menghindari makanan yang dianggap tidak suci dan juga menahan diri dari aktivitas seksual dan bertengkar.

Selain Gahambar, orang Zoroaster juga dapat melakukan puasa sukarela yang dikenal sebagai “varzesht” untuk mendapatkan pencerahan spiritual dan memperkuat hubungan dengan Tuhan. Puasa ini dapat dilakukan selama satu hari atau lebih, tergantung pada keputusan individu.

Nah itulah beberapa agama yang memiliki ajaran puasa, tentunya dengan tata cara peribadatan sesuai ajaran agama masing-masing.


Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar