Pernah nggak sih kamu lagi nyetir atau jalan kaki, terus tiba-tiba matamu tertarik sama layar besar yang nyala-nyala di pinggir jalan? Kadang iklannya lucu, kadang informatif, atau bahkan bikin penasaran. Nah, itu namanya videotron. Bukan cuma sekadar “layar gede”, tapi alat marketing yang mulai jadi primadona di era digital ini.
Kalau zaman dulu papan reklame cuma bisa pasang gambar diam yang diganti sebulan sekali, sekarang lewat videotron, brand bisa ngiklan dalam bentuk video dinamis yang lebih hidup. Di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, jual videotron Malang bukan barang asing lagi. Bahkan di kota-kota kecil, penggunaannya mulai meningkat karena daya tarik visualnya yang nggak main-main.
Menariknya, penggunaan videotron sekarang nggak cuma buat pamer iklan produk. Banyak juga dipakai untuk kampanye sosial, promosi event, sampai kebutuhan politik. Tapi kita fokus dulu ya ke sisi marketing-nya. Kenapa videotron dianggap punya kekuatan besar dalam dunia pemasaran?
Apa Itu Videotron?
Secara teknis, videotron adalah layar elektronik berukuran besar yang tersusun dari panel LED (Light Emitting Diode). Layar ini bisa menampilkan video, animasi, dan konten visual lainnya secara real-time. Biasanya diletakkan di tempat-tempat strategis yang ramai lalu lintas manusia atau kendaraan—mulai dari pinggir jalan, fasad gedung, mall, sampai di dalam ruang publik seperti stasiun atau bandara.
Berbeda dengan televisi, videotron dirancang untuk dilihat dari jarak jauh dan dalam kondisi cahaya terang. Makanya, LED yang dipakai punya tingkat kecerahan tinggi dan teknologi tahan cuaca. Jadi meskipun hujan badai atau panas terik, tayangan tetap kelihatan jelas.
Menurut data dari Grand View Research (2024), pasar global untuk LED display, termasuk videotron, diperkirakan mencapai USD 36,84 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sekitar 9%. Ini menunjukkan permintaan terhadap teknologi ini terus naik, salah satunya karena kebutuhan pemasaran visual yang makin tinggi.
Manfaat Videotron dalam Marketing
1. Daya Tarik Visual yang Tinggi
Di era serba visual ini, orang makin mudah terdistraksi. Konten yang biasa-biasa saja bakal kalah bersaing. Nah, videotron hadir dengan warna cerah, gerakan dinamis, dan ukuran besar yang sulit diabaikan. Ini memberikan keunggulan tersendiri dibanding iklan statis. Bahkan menurut riset Nielsen (2023), iklan visual dinamis mampu meningkatkan brand recall hingga 47% dibanding iklan gambar diam.
Contoh nyatanya bisa dilihat di kawasan Sudirman, Jakarta. Beberapa brand besar seperti Samsung, Tokopedia, atau Netflix rutin menayangkan video promosi berdurasi pendek yang mampu mencuri perhatian ribuan orang tiap hari—baik pengendara, pejalan kaki, maupun pengguna transportasi publik.
2. Fleksibilitas Konten
Salah satu kekuatan utama videotron adalah fleksibilitas. Brand bisa menayangkan iklan berbeda-beda sesuai waktu, segmen pasar, atau event tertentu. Misalnya, pagi hari bisa tampil iklan kopi, siang ganti promosi makanan cepat saji, malam berganti jadi promo hiburan atau konser. Dengan manajemen konten yang tepat, satu layar bisa jadi rumah bagi banyak kampanye dalam satu waktu.
Hal ini nggak bisa dilakukan dengan billboard konvensional, yang butuh waktu dan biaya besar hanya untuk mengganti satu materi promosi.
3. Efektivitas Biaya Jangka Panjang
Meskipun harga sewa atau investasi awal untuk videotron tergolong tinggi, efektivitasnya dalam jangka panjang bisa lebih hemat dibanding metode iklan lain. Kenapa? Karena satu layar bisa digunakan berkali-kali, kapan saja, dengan materi yang bisa diperbarui tanpa harus cetak ulang.
Selain itu, model bisnis digital out-of-home (DOOH) advertising sekarang memungkinkan banyak brand berbagi slot waktu dalam satu layar—jadi biaya bisa dibagi dan lebih terjangkau.
4. Mendukung Branding dan Awareness Lokal
Videotron sangat cocok buat brand yang ingin memperkuat kehadirannya secara lokal. Misalnya, restoran baru buka cabang di kota tertentu, tinggal pasang videotron di lokasi strategis, awareness langsung terbentuk. Atau UMKM lokal yang ingin promosikan produk khas daerah bisa tampil seolah “selevel” dengan brand besar hanya karena tampil di layar yang sama.
Dari perspektif psikologi konsumen, tampil di media besar menciptakan kesan “besar juga”—dan ini jadi nilai tambah dalam membangun kredibilitas brand.
5. Penguatan Pesan Kampanye yang Singkat dan Menggigit
Format videotron menuntut konten yang padat, cepat, dan langsung mengena. Ini bisa jadi tantangan sekaligus peluang. Konten harus dipikirkan secara strategis: kalimat pendek, visual kuat, dan CTA jelas. Kalau berhasil, efeknya bisa sangat besar.
Beberapa kampanye bahkan jadi viral karena hanya ditampilkan di videotron—dan kemudian disebarkan ulang oleh pengguna media sosial yang kebetulan lewat dan merekamnya.
Videotron Sebagai Bagian dari Strategi Omnichannel
Marketing modern udah nggak bisa jalan sendiri-sendiri. Iklan digital di media sosial, kampanye email, promosi toko fisik, semuanya harus terintegrasi. Nah, videotron bisa jadi “penghubung” antara dunia online dan offline.
Misalnya, brand bisa menampilkan kode QR di videotron yang bisa langsung di-scan untuk menuju ke landing page atau akun media sosial mereka. Atau menampilkan countdown promosi yang nyambung dengan kampanye di TikTok dan Instagram. Ini bukan sekadar iklan, tapi membangun pengalaman yang konsisten dan menyatu bagi audiens.
Tantangan yang Perlu Diperhatikan
Tentu saja, seperti semua alat marketing, videotron bukan tanpa tantangan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Izin lokasi dan regulasi pemerintah daerah. Di beberapa kota, pemasangan videotron harus melalui proses perizinan ketat karena menyangkut keselamatan dan estetika kota.
-
Kualitas konten. Layar bagus tapi kontennya membosankan? Sayang banget. Makanya, produksi konten harus serius dan menarik.
-
Penempatan strategis. Lokasi menentukan segalanya. Videotron yang jarang dilalui orang tentu kurang efektif untuk iklan brand besar.
Penutup: Saatnya Brandmu Naik Level Lewat Videotron
Di dunia yang makin penuh distraksi, brand harus makin pintar mencari cara untuk tampil beda. Videotron menawarkan kombinasi antara teknologi, estetika, dan efisiensi marketing yang sulit ditandingi media tradisional. Bukan cuma soal tampil besar, tapi tampil berkesan.
Kalau kamu pebisnis, pelaku UMKM, atau bagian dari tim marketing sebuah brand, mungkin ini saatnya mempertimbangkan videotron sebagai bagian dari strategi promosi. Nggak harus langsung tampil di Times Square kok—mulai dari layar lokal pun bisa jadi awal gebrakan besar untuk dikenal lebih luas.
Penasaran bagaimana caranya? Yuk, eksplorasi lebih lanjut dan mulai rancang kampanye visualmu yang berikutnya!

Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom, Gr adalah seorang guru SMK yang mengajar sejak 2010, saat ini selain mengajar juga menjadi seorang blogger di berbagai website pribadi, menjadi SEO Specialist di Perusahaan crypto internasional, pernah mengajar sebagai asisten dosen di UNY, sering menjadi narasumber bidang digital marketing UMKM
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini





