Perbedaan Psikolog dan Psikiater, Jangan Salah Pilih

Tahukah kamu pada siapa harus berkonsultasi jika terjadi masalah kejiwaan? Ada dua opsi yaitu ke psikolog dan psikiater. Keduanya sekilas sama, yaitu memiliki kemampuan untuk membantu manusia yang mengalami masalah kejiwaan.

Meski demikian, tentunya ada perbedaan psikolog dan psikiater, mengingat keduanya berangkat dari disiplin ilmu yang berbeda. Untuk lebih jelasnya berikut adalah perbedaan psikolog dan psikiater.

Psikologi

Psikologi dikenal sejak era Yunani Kuno, pada masa Aristoteles, psikologi dikenal sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk memiliki kekuatan hidup. Di tahun 1879, Wilhelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama di dunia tepatnya di Universitas Leipzig, Jerman.

Psikologi sendiri adalah bidang studi eksperimental mandiri dengan metode ilmiah untuk memahami, mengubah, mempengaruhi dan mengendalikan perilaku seseorang.

Psikologi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu penyelidikan mengenai ruh manusia, kehidupan mental serta tingkah laku organisme. Konsultasi mengenai psikologi dilakukan oleh seorang psikolog.

Psikiatry

Psikiatry adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan jiwa. Dokter yang bertindak dalam ilmu ini disebut psikiater, atau dokter spesialis kesehatan jiwa (SpKJ)

Psikiatry berfungsi mendiagnosis, mencegah dan mengobati pasien yang mengalami gangguan mental seperti fobia, depresi, demensia, OCD, stress pasca trauma, kecanduan dan lain sebagainya.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater

Dari pengertian kedua jenis ilmu yang digunakan kita bisa memahami sedikit perbedaan antara seorang psikolog dan seorang psikiater.

Sudut Pandang Medis

Secara mudah, kita lihat dari sudut pandang medis, seorang psikiater adalah dokter, sementara psikolog bukan dokter. Meski demikian, kedua ilmu ini saling membantu dan melengkapi, tidak heran jika di rumah sakit pun terkadang memiliki bagian yang menangani masalah kejiwaan melibatkan psikolog dan psikiater.

Artikel Terkait  Perbedaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Penggunaan Obat

Dalam penanganan kasus gangguan mental dan kejiwaan, seorang psikolog tidak memiliki wewenang untuk meresepkan obat pada kliennya. Sedangkan psikiater memiliki wewenang untuk memberikan obat dan resep pada pasiennya.

Tingkat Kegawatan

Perbedaan psikolog dan psikiater

Psikologi cenderung digunakan sebagai media konsultasi untuk menenangkan jiwa, mengubah pola pikir, kebiasaan dan menanamkan kesadaran diri. Psikologi bisa membantu untuk masalah yang cukup kompleks seperti baby blues, keinginan bunuh diri dan lain sebagainya.

Meski demikian, untuk masalah-masalah gangguan kejiwaan tingkat lanjut, lebih disarankan merujuk ke psikiater, karena masalah depresi parah dan skizofrenia misalnya memerlukan interupsi obat-obatan untuk membantu ketenangan pasien.

Metode Terapi

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang psikolog dapat memberikan terapi penanganan pada pasien, untuk memperoleh ketenangan dan mampu mengendalikan ketakutannya. Metode ini disebut dengan psikososial.

Seorang psikiater selain menerapkan metode psikososial juga diijinkan untuk melakukan terapi psikofarmakologi, dalam bentuk pemberian obat sesuai kebutuhan pasien.

Konsultasi atau Pengobatan

Untuk masyarakat yang ingin berkonsultasi mengenai masalah seputar kejiwaan, hubungan interpersonal, lebih disarankan mengunjungi seorang psikolog.

Sementara jika yang dibutuhkan adalah penanganan masalah kesehatan, seperti depresi, sebaiknya segera ke psikiater.

Meskipun keduanya, baik psikolog dan psikiater dapat membantu orang yang mengalami masalah kejiwaan, tetapi cara penanganan dan wewenang yang dimiliki berbeda. Tergantung apa kebutuhan dari setiap pasiennya.

 

Tinggalkan komentar