Dalam dunia penelitian, berbagai jenis skala digunakan untuk mengukur dan menganalisis data. Salah satu skala yang jarang digunakan adalah skala ordinal tertutup. Meski memiliki sejarah yang menarik dan aplikasi potensial, skala ini kurang diminati dalam penelitian kontemporer. Artikel ini akan membahas sejarah, penerapan, dan alasan mengapa skala ordinal tertutup tidak banyak digunakan dalam penelitian modern.
Sejarah Skala Ordinal Tertutup
Skala ordinal tertutup pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-20 oleh ahli statistik yang mencoba mengembangkan metode pengukuran yang lebih terstruktur dan terbatas. Penemu skala ordinal tertutup tidak secara khusus disebutkan dalam literatur akademik, karena skala ini lebih merupakan hasil perkembangan metodologi statistik dan psikometrik daripada penemuan oleh satu individu.
Namun, konsep skala ordinal sendiri dapat dikaitkan dengan perkembangan statistik dan psikometri pada awal abad ke-20, terutama melalui karya-karya ahli statistik dan psikolog yang bekerja pada pengukuran sikap dan perilaku. Tujuan dari skala ordinal tertutup adalah menciptakan skala yang dapat mengurutkan data ke dalam kategori yang terdefinisi dengan jelas, namun dengan batasan jumlah kategori yang tersedia.
Skala ordinal tertutup adalah turunan dari prinsip-prinsip dasar pengukuran ordinal yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Likert dan peneliti lainnya pada masa itu. Pada saat itu, skala ini dianggap sebagai inovasi yang dapat membantu penelitian di bidang sosiologi dan psikologi, di mana pengkategorian data menjadi tantangan.
Penerapan Skala Ordinal Tertutup
Penerapan skala ordinal tertutup melibatkan pengelompokan data ke dalam kategori yang urut namun terbatas jumlahnya. Sebagai contoh, seorang peneliti dapat mengelompokkan tingkat kepuasan pelanggan ke dalam lima kategori tertutup: sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, dan sangat puas. Kategorisasi ini memungkinkan peneliti untuk mengurutkan responden berdasarkan tingkat kepuasan mereka, namun tanpa memberikan bobot atau jarak antar kategori yang jelas.
Baca juga Kapan Sebaiknya Menggunakan Skala Ordinal dan Nominal
Mengapa Skala Ordinal Tertutup Jarang Digunakan

Ada beberapa alasan mengapa skala ordinal tertutup jarang digunakan dalam penelitian modern:
- Keterbatasan Kategori: Skala ini membatasi jumlah kategori yang dapat digunakan, sehingga dapat mengurangi ketelitian dan detail analisis data. Penelitian yang membutuhkan pengukuran yang lebih spesifik mungkin tidak cocok dengan skala ini.
- Kurangnya Bobot dan Jarak: Skala ordinal tertutup tidak memberikan informasi mengenai jarak antar kategori. Hal ini membuat sulit untuk melakukan analisis statistik yang lebih kompleks, seperti regresi atau analisis faktor.
- Alternatif yang Lebih Baik: Seiring dengan berkembangnya metodologi penelitian, skala lain seperti skala interval dan skala rasio menjadi lebih populer karena mampu memberikan informasi yang lebih lengkap dan mendetail.
- Kesulitan Interpretasi: Peneliti sering kali kesulitan dalam menginterpretasikan hasil yang diperoleh dari skala ordinal tertutup, terutama jika data yang dihasilkan ambigu atau tidak konsisten.
Meskipun memiliki sejarah yang kaya dan penerapan yang menarik, skala ordinal tertutup tetap jarang digunakan dalam penelitian kontemporer. Keterbatasan kategori, kurangnya bobot dan jarak, serta keberadaan alternatif yang lebih baik menjadi alasan utama mengapa skala ini tidak banyak diminati. Namun, memahami berbagai jenis skala dan penggunaannya tetap penting bagi peneliti untuk memilih metode yang paling sesuai dengan tujuan dan kebutuhan penelitian mereka.

Priyo Harjiyono, S.Pd, M.Kom, Gr adalah seorang guru SMK yang mengajar sejak 2010, saat ini selain mengajar juga menjadi seorang blogger di berbagai website pribadi, menjadi SEO Specialist di Perusahaan crypto internasional, pernah mengajar sebagai asisten dosen di UNY, sering menjadi narasumber bidang digital marketing UMKM
Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini





