Kalimat Konjungsi, jika dilihat dari Beberapa Sisi

Tanpa kita sadari, kita sering menggunakan kalimat konjungsi dalam berkomunikasi. Kalimat konjungsi, bisa digunakan baik dalam tulisan, hingga lisan. Terdapat contoh kalimat, yang bisa dipahami. Kalimat konjungsi, juga disebut sebagai kalimat penghubung.

Kalimat konjungsi, menjadi kalimat yang dapat menghubungkan dua kata, atau dua frasa, maupun dua kalimat, hingga dua paragraf. Terdapat ciri khusus dari kalimat ini, adalah lebih ke tata letaknya. Kata konjungsi, tidak pernah terletak di akhir kalimat, dan tidak selalu diikuti oleh kata benda, maupun nominal.

Pengertian Konjungsi

Konjungsi, adalah sebuah kata atau ungkapan untuk menghubungkan antarkata, antarklausa, antarfrasa, atau antarkalimat. Pengertian lain dari konjungsi, adalah kata tugas yang memiliki fungsi menghubungkan dua satuan bahasa, memiliki derajat yang sama.

Satuan bahasa, dapat berupa pasangan kata dengan kata, klausa dengan klausa, atau frasa dengan frasa. Jenis satuan bahasa di atas, dapat digunakan dengan catatan satuan bahasa tersebut memiliki derajat yang sama. Setiap berbicara dengan orang, setidaknya kita mengatakan kalimat konjungsi setiap hari.

Kalimat konjungsi, lebih ke ungkapan untuk menghubungkan ungkapan lain, dengan makna yang hampir sama. Jadi, kalimat atau bahasanya sama atau sederajat, dalam hal penyampaian (maksud penyampaian). Kalimat konjungsi, memiliki fungsi yang sangat penting dalam kedudukan kalimat.

Susunan Kalimat Konjungsi

Kata konjungsi sendiri, membuat dua kalimat yang berbeda, menjadi satu atau lebih padu padan. Selain itu, dari penyatuan tersebut, kita akan memahami kalimat yang diberikan atau ada. Informasi akan tepat dan dimengerti oleh pembaca.

Setiap jenis kata dari kalimat konjungsi, juga memiliki kegunaan tersendiri. Hal ini, sesuai dengan kegunaan dan satuan bahasa. Jenis kalimat konjungsi, terbagi menjadi 3, yaitu kalimat konjungsi koordinatif (setara), Konjungsi Subordinatif (bertingkat), dan Konjungsi Korelatif (berpasangan).

Artikel Terkait  Perbedaan S1 dan D4, Ketahui sebelum Memilih Jurusan!

Untuk lebih jelasnya, cek pembahasan berikut:

1. Konjungsi Koordinatif (Kata Hubung Setara)

Kata hubung setara, adalah kata hubung yang biasanya dipakai dalam menggabungkan dua klausa sekaligus, dengan kedudukan yang setara. Setelah kalimat ini diterapkan, maka akan menghasilkan suatu kalimat majemuk setara.

Konjungsi koordinatif, menghubungkan kalimat yang dianggap setara, dan kalimat ini tidak bisa di awal kalimat, dalam peletakannya. Jadi, penggunaan kalimat, berada pada tengah-tengah kalimat. Seperti, kata dan, atau, tetapi, dan sedangkan. Contoh, Ayah memangkas kayu, dan Ibu makan di dapur.

2. Konjungsi Subordinatif (Kata Hubung Bertingkat)

Jenis konjungsi ini, merupakan suatu kata penghubung yang memiliki fungsi, menggabungkan dua atau lebih klausa. Klausa tersebut, memiliki hubungan bertingkat, sedikit berbeda dengan konjungsi koordinatif.

Kalimat konjungsi jenis ini, tugas utamanya sebagai pengubung antar kalimat yang bertingkat. Kata hubungnya, biasanya ditaruh di awal kalimat. Contoh dari konjungsi ini, adalah sejak, jika, sehingga, dan dengan. Kalimat konjungsi ini, juga memiliki beberapa kategori, dan cukup banyak.

3. Konjungsi Korelatif (Kata Hubung Berpasangan)

Jenis konjungsi ini, merupakan sebuah kata penghubung yang menghubungkan dua kata, dua frasa, maupun dua klausa. Kedua unsur tersebut, memiliki fungsi sintaksis yang sama (setara). Kata hubung ini, akan menghubungkan bagian kalimat yang setara.

Kalimat konjungsi ini, diantaranya: ‘tidak hanya… tetapi juga…’, ‘bukan… hanya…’, dan ‘demikian… sehingga…’, ‘jangankan… pun…’, dan ‘bukannya… melainkan…’,. Contoh kalimat konjungsi ini, sebagai berikut: MU, tidak hanya dinobatkan sebagai juara FA Cup, tetapi juga jadi klub sepak bola yang bagus.

4. Konjungsi Antarkalimat (Kata Hubung Antar Kalima)

Kata hubung antarkalimat ini, adalah kata hubung yang memiliki fungsi dalam menggabungkan satu kalimat dengan kalimat yang lainnya. Hal ini, agar menjadi satu susunan kalimat yang utuh. Jenis konjungsi ini, biasanya selalu berada di awal (untuk memulai suatu kalimat).

Artikel Terkait  Perbedaan Kampus Merdeka, Studi Independent Bersertifikat dan Magang Merdeka

Kalimat ini, juga selalu dipisahkan dengan koma, dalam bagian lain dalam suatu kalimat. Contoh dari kata ini, adalah “namun, dengan demikian, lain sebagainya, dan oleh sebab itu”. Setiap kalimat yang dihasilkan, memiliki makna tersendiri. Ardi pergi ke lapangan sepak bola. Setelah itu, dia lari.

Itulah, kalimat konjungsi, jika dilihat dalam beberapa hal.

Click to rate this post!
[Total: 1 Average: 1]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar