Perbedaan, Antara Manusia, Orang, dan Diri. Apa Saja Yah?

Manusia, sering diidentikkan, dengan orang, atau diri sendiri. 3 istilah ini, benar jika ditaruh di kata maupun konteks yang tepat. Tetapi, kira-kira, tahu tidak yah, penempatannya? Karena kita tidak tahu secara pasti, kapan istilah itu digunakan.

Semua istilah itu, terdapat perbedaan yang bisa kamu ketahui. Anggap saja, tulisan ini bisa kamu pelajari, agar nantinya saat menulis, mampu membuat orang paham, bagaimana kata-kata itu bekerja secara tidak langsung.

Ketahui penjelasan berikut.

Makna Manusia

Manusia sendiri adalah kata dasar yang selalu diucapkan oleh khalayak ramai. Anggap saja, makna kata ini paling mendasar bagi makhluk hidup yang berakal. Budi pekerti, diturunkan dari sini, sehingga dalam pengaplikasiannya cukup luas, dan bisa disambungkan dengan yang namanya ego, dan superego.

Penjabaran ini, paling luas bisa disampaikan oleh Imam al-Ghazali, melalui konsep Aql, Nufs, dan Jism-nya. Konsep Aql, menjadikan manusia berpikir rasional, kemudian dengan konsep Nufs, menjadikan manusia merasakan  cinta, senang, maupun bahagia.

Untuk konsep Jism, manusia melakukan aktualisasi keduanya. Manusia adalah perpaduan antara konsep Aql, Nufs, dan Jism, dan bukan berjalan sendiri-sendiri. Istilah manusia sendiri, tidaj hanya untuk penyebutan fisik, namun juga ada 3 konsep itu.

Makna Orang

Makna orang sendiri, lebih ke makhluk yang disebut atau bernama manusia. Orang sendiri, belum memiliki karakter yang stabil, misal dalam bertindak. Kata “Orang”, lebih ke tindakan dan layak dikatakan secara manusiawi.

Kata “Orang” sendiri, dikonotasikan, sebagai hal yang berdampingan dengan sifat tertentu. Sifat tersebut, yang akan menjadikan orang bisa disebut sebagai manusia. Mulai dari orang gila, orang pintar, dan orang sedih. Di kondisi tertentu, kata ini memiliki perbedaan makna yang sangat berarti.

Artikel Terkait  Literasi dan Kajiannya menurut Linguistik

Kata orang, sangat sering kita dengarkan, dan bisa dipakai untuk konteks sehari-hari. Dalam bercakap maupun menulis. Kata orang sendiri, bisa bermakna khusus maupun umum. Bisa bermakna individu maupun jamak, tergantung pemakaian.

Makna Diri

Makna “diri” sendiri, lebih ke arah mendalam dan identik dengan diri, menjelaskan pribadi. Ingat, manusia terdiri dari rohani maupun jasmani. Dan makna diri sendiri, bisa ditaruh ke dalam konteks. Kamu bisa memperhatikan, bahwa seseorang yang sudah meninggal, jasanya masih ada.

Jadi, bisa dibilang bahwa hanya jasadnya yang mati, tapi ruhnya masih ada. Ada sesuatu yang lebih bermakna dari diri seseorang. Dan setiap orang, membawa keunikannya masing-masing, tergantung pada apa yang ia perbuat.

Secara agama, atau tepatnya dalam Al-Qur’anSsurah An-Nahl, dan Shad, yang mana menjelaskan adanya ruh kemudian janin, dan akhirnya menjadi bayi dan manusia. Selama 40 hari, daging mulai terbentuk dan itulah kuasa dari Tuhan.

Secara Kesimpulan

Manusia, memiliki makna yang simbolis dan agung bagi semua makhluk hidup, karena memiliki akal yang dimuliakan sebagai makhluk Allah. Ketahui, bahwa manusia adalah istimewa di mata Allah dan berbeda-beda.

Di dalam ayat al-Qur’an ada unsur ke-Tuhan-an, yang mana diistilahkan sebagai “diri” dan istilah itu yang menghidupkan jasad. Misalnya, saat barangnya diambil, maka dalam diri kita pasti memberontak ingin melakukan suatu hal. Ketahui, diri tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Untuk orang sendiri, lebih ke penyebutan secara formal. Dan secara luas atau umum. Itulah perbedaan antara manusia, diri, dan orang. 3 istilah ini, bisa kamu aplikasikan ke kalimat-kalimat yang tepat, agar pemaknaan dan hasil tulisannya bagus. Pastikan, kamu bisa menentukan kata yang tepat!

Artikel Terkait  Perbedaan Norma Kesopanan dan Norma Kesusilaan agar tidak Salah Kaprah!

 

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Tinggalkan komentar