Perbedaan Keju Edam dan Keju Cheddar, Cocok untuk Bikin Kue Lebaran Kastengel

Berbagai persiapan untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri sudah banyak di lakukan masyarakat. Salah satu yang banyak dipersiapkan adalah kue kering seperti Nastar hingga Kastengel. Untuk membuat kue Kastengel tentunya membutuhkan keju untuk bahan dasarnya.

Namun untuk membuat kue Kastengel tidak semua keju cocok sebagai bahan dasar salah satu kue kering ini. Biasanya untuk membuat kue Kastengel menggunakan keju edam atau keju cheddar.

Bagi penggemar keju, tentu sudah mengetahui perbedaan rasa dari keju edam dan keju cheddar tersebut. Sebenarnya selain dari segi rasa, kedua keju tersebut memiliki perbedaan lainnya yang mungkin belum banyak orang ketahui.

Perbedaan keju edam dan keju cheddar

Untuk mengetahui perbedaan keju edam dan keju cheddar simak informasinya berikut ini.

Rasa

Dari segi rasa, keju edam memiliki rasa yang lebih ringan, sedikit lebih manis dan asin dari keju cheddar. Rasa keju edam juga tergantung dari kualitas susu sapi yang digunakan. Karena pola makan sapi juga dapat mempengaruhi kualitas susu.

Sedangkan rasa dari keju cheddar lebih tajam dan kuat. Namun ketajaman rasa keju tersebut tergantung dari lamanya proses pematangan keju.

Untuk keju cheddar yang berumur dua hingga tiga bulan atau keju yang masih muda, memiliki rasa yang masih ringan dan tidak terlalu kuat. Untuk keju cheddar yang berusia satu hingga lima tahun akan memiliki rasa yang paling tajam. Sehingga semakin lama keju cheddar matang, semakin kuat pula rasanya.

Asal

Keju edam berasal dari Belanda. Keju ini dinamai Edam karena pertama kali dibuat di Edam, Holland Utara. Sedangkan keju cheddar berasal dari desa Cheddar di Somerset, Inggris.

Kegunaan

Keju edam biasanya penyajiannya dalam makanan sebagai kudapan atau makanan pembuka. Keju edam yang usianya muda biasanya orang memadukannya dengan buah-buahan manis, seperti ceri. Untuk yang usianya lebih tua biasanya orang memadukannya dengan salted nuts dan cured meats.

Artikel Terkait  Sumber Karbohidrat selain Nasi, Apa Saja?

Sedangkan Keju cheddar cocok dipadukan dengan semua bahan. Kamu bisa pakai keju cheddar untuk makanan burger keju, roti lapis, pasta, casserole, dan aneka makanan pedas.

Tekstur

Tekstur dari keju edam adalah lunak dan kenyal. Semakin tua usia keju edam, teksturnya akan semakin keras dan menghasilkan remahan. Biasanya pada bagian luarĀ  keju edam dilapisi dengan parafin merah.

Sementara itu, keju cheddar muda memiliki tekstur lembut, ringan, sedikit buttery, dan lembab. Untuk keju cheddar yang sudah tua memiliki tekstur keras dan rapuh.

Kandungan lemak

Keju edam ini terbuat dari susu skim/ low fat, sehingga kandungan lemaknya tergolong cukup rendah jika dibandingkan dengan keju lainnya, yaitu mencapai 28%. Sedangkan keju cheddar mengandung lemak sebanyak 48%.

Harga

Dari segi harga, keju edam memiliki harga yang lebih mahal dari keju cheddar.

Itulah beberapa perbedaan keju edam dan keju cheddar yang biasanya untuk membuat kue Kastengel. Kue Kastengel yang menggunakan bahan keju edam dan keju cheddar tentunya memiliki rasa yang berbeda.

Akan tetapi, selain keju edam dan keju cheddar sebenarnya masih banyak lagi macam-macam keju yang beredar di pasaran seperti keju mozzarella, keju parmesan, keju gouda, keju stilton, keju chevre, keju emmental, keju camembert, blue cheese, cream cheese, hingga cheese spread.

Masing-masing keju tersebut memiliki kekhasan setiap jenisnya. Kegunaannya pun juga bisa berbeda-beda tergantung kebutuhan. Meski begitu setiap keju cocok untuk melengkapi makanan agar lebih kaya rasa. ***

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar