Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Tidak semua penikmat kopi tahu perbedaan kopi arabika dan robusta, namun mereka tetap menikmati kopi mereka dengan nikmat. Padahal kedua jenis kopi ini memiliki perbedaan dari segi ukuran, rasa dan tentu saja kenikmatan yang dihadirkan.

Mengenal Silsilah Kopi

Dalam sejarahnya kopi dikenal mulai abad ke 9 masehi, yaitu di daratan tinggi Ethiopia, dimana saat itu masyarakat Afrika Timur memanfaatkan kop sebagai sumber makanan.

Pola konsumsi kopi ini dilakukan dengan menumbuk biji kopi ditambah minyak sehingga menghasilkan adonan yang dimakan. Kopi beralih menjadi minuman di tangan bangsa Arab, bangsa yang memiliki peraturan tidak meminum alkohol ini menggantikan anggur dengan kopi sebagai minuman penghangat.

Kopi kering dituang air panas sehingga menghasilkan rasa yang berbeda, selain itu, biji kopi disangrai dan dipanggang agar citarasa kopi menjadi semakin nikmat.

Kopi kemudian dikenal di wilayah Skandinavia Eropa pada abad ke 17 masehi, selanjutnya kopi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Meskipun kopi sebagai minuman ditemukan orang arab, namun negeri yang sama melakukan pelarangan kopi, mulai dari Arab Saudi pada tahun 1511, Turki Utsmani pada 1524 bahkan di abad ke 20 saat Turki jatuh ke pemerintahan sekuler. Inggris sendiri pada 1675 melakukan pelarangan kedai kopi karena dianggap menimbulkan efek ketagihan akibat kandungan kafein dalam kopi.

Di Italia, kedai kopi pertama hadir pada tahun 1645 di Botega Delcafe, kehadiran kopi racikan Italia ini cukup banyak dinikmati masyarakat hingga saat ini.

Kopi Arabika

Jika kalian masih heran mengapa nama kopi ini mengandung unsur suku bangsa tertentu, sekarang tentu sudah terjawab bahwa kebiasaan minum kopi diperkenalkan bangsa arab, sehingga kopi ini dikenal sebagai arabica, namun akibat tanaman kopi arabika mudah terkena serangan hama dan penyakit, lambat laun muncullah kopi robusta.

Artikel Terkait  Perbedaan Margarin dan Mentega

Kopi Robusta

Kopi robusta memiliki nama latin Coffea Canephora, ditemukan di wilayah Kongo pada sekitar tahun 1898, kopi robusta hadir menggantikan kopi arabika yang rentan dengan serangan hama. Di Indonesia sendiri, kebanyakan jenis kopi yang ditanam adalah robusta, yang dibawa ke Indonesia oleh penjajah pada awal abad 20.

Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta

Perbedaan kopi arabika dan robusta

Kedua jenis kopi ini kemudian saling melengkapi dan memiliki pangsa pasarnya sendiri. Ada penikmat kopi arabika dan juga kopi robusta, lalu apa perbedaan kedua jenis kopi ini?

Bentuk Biji

Perbedaan paling mencolok kopi arabika dan robusta adalah bentuk bijinya, kopi arabika berbentuk lebih besar dan cenderung memanjang dengan garis tengah tegas. Kopi robusta bentuknya lebih bulat dan kecil dibanding arabika.

Bentuk kopi yang berbeda ini akan berpengaruh pada teknik roasting yang dilakukan.

Rasa

Kadar kafein kopi robusta dua kali lebih banyak dari kopi arabika, inilah sebabnya kopi robusta cenderung lebih pahit dan kental, sebaliknya kopi arabika terasa lebih manis.

Perbedaan kopi arabika dan robusta

Aroma kopi arabika cenderung lebih wangi dan memanjakan hidung, sementara robusta cenderung mirip aroma kacang. Kopi arabika lebih manis asam karena kadar gula yang dimiliki tinggi, sementara kadar kafein tinggi pada robusta membuatnya lebih pahit dan kuat.

Lokasi Tanam

Kopi robusta bisa ditanam di dataran rendah maupun perbukitan di bawah 700 meter di atas permukaan laut, kopi arabika sebaliknya merupakan species kopi dataran tinggi.

Lokasi tanam untuk kopi arabika disarankan di atas 1000 meter di atas permukaan laut guna menghindari serangan hama Hemileia Vastatrik yang menyebabkan karat pada daun.

Keasaman

Mengingat kopi robusta cenderung pahit, tidak disarankan untuk penderita maag dan asam lambung, mereka yang memiliki penyakit asam lambung lebih disarankan mengkonsumsi kopi arabika.

Artikel Terkait  Perbedaan Margarin dan Mentega

Harga

Kopi robusta adalah kopi kebanyakan orang, terutama di Indonesia, mengingat sebagian varian kopi nusantara adalah varian dari kopi robusta. Harganya terbilang lebih murah.

Kopi arabika memiliki harga yang mahal sejalan dengan keunikan rasa yang dihasilkan. Kopi ini memiliki aroma wangi yang menggoda, selain karena kebutuhan lokasi tanam yang tinggi sehingga hanya bisa dibudidayakan di dataran tinggi membuat harga kopi ini bisa dua kali lipat dari robusta.

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar