Sama-sama Memiliki Kondisi Keuangan Sulit, Inilah Perbedaan Bangkrut dan Pailit

Ketika menjalankan suatu bisnis, tentunya akan mengalami pasang surut. Di suatu waktu bisnis tersebut bisa mendapatkan pendapatan yang cukup banyak. Namun di waktu lain bukan tidak mungkin suatu bisnis mengalami penurunan pendapatan drastis bahkan bisa mengakibatkan bangkrut dan pailit. 

Istilah bangkrut dan pailit tentu sudah sangat sering didengar oleh para pelaku bisnis. Meskipun bangkrut dan pailit sama-sama menggambarkan kondisi keuangan yang sulit, namun sebenarnya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan.

Bagi orang awam mungkin beranggapan bahwa bangkrut dan pailit merupakan hal yang sama. Untuk itu, agar bisa membedakan antara bangkrut dan pailit sebaiknya simak informasi pada artikel berikut ini.

Perbedaan bangkrut dan pailit

Berikut ini adalah perbedaan bangkrut dan pailit yang sebaiknya Anda ketahui.

Pengertian

Bangkrut adalah kondisi dimana perusahaan tidak mampu lagi untuk melunasi kewajibannya, mereka juga tidak memiliki aset yang cukup untuk melunasi kewajiban mereka kepada para kreditur. Suatu perusahaan dapat dinyatakan bangkrut apabila perusahaan gagal dalam menjalankan operasi usaha untuk mencapai tujuannya.

Sedangkan pailit merupakan kondisi suatu perusahaan atau individu yang tidak mampu memenuhi kewajiban utang yang telah jatuh tempo. Namun pada kondisi pailit, masih ada harapan melalui negosiasi dengan kreditur atau merencanakan restrukturisasi.

Status hukum

Istilah bangkrut sebenarnya bukan istilah yang menggambarkan status hukum suatu perusahaan. Melainkan hanya istilah bagi perusahaan yang mengalami kerugian besar sehingga tidak sanggup lagi menjalankan operasional.

Sedangkan perusahaan yang dinyatakan pailit menandakan bahwa bisnis tersebut memiliki status hukum yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Niaga.

Kondisi keuangan

Perusahaan atau individu yang mengalami bangkrut memiliki kondisi keuangan yang buruk. Bisnis tersebut mengalami kerugian yang sangat besar sehingga sudah tidak sanggup lagi menjalankan operasional.

Artikel Terkait  Layanan Bengkel 24 Jam Selama Mudik Lebaran

Sementara perusahaan atau individu yang mengalami pailit belum tentu mengalami kesulitan keuangan. Karena perusahaan dinyatakan pailit berdasarkan keputusan Pengadilan Niaga, bukan dari kondisi keuangannya.

Indikator

Terdapat beberapa indikator untuk menyatakan bahwa perusahaan tersebut mengalami bangkrut atau pailit. Berikut indikator perusahaan yang bangkrut:

  • Penurunan volume penjualan karena adanya perubahan selera atau permintaan konsumen.
  • Kenaikan biaya produksi.
  • Tingkat persaingan yang semakin ketat.
  • Kegagalan melakukan ekspansi.
  • Harga saham yang turun terus menerus di pasar modal.
  • Terjadinya pemecatan pegawai.
  • Pengunduran diri eksekutif puncak.
  • Ketidakefektifan dalam melaksanakan fungsi pengumpulan piutang.
  • Kurang adanya dukungan atau fasilitas perbankan (kredit).
  • Tingginya tingkat ketergantungan terhadap piutang.
  • Penurunan dividen kepada pemegang saham.
  • Terjadinya penurunan laba yang terus menerus, bahkan sampai terjadi kerugian.
  • Ditutup atau dijualnya satu atau lebih unit usaha.

Indikator perusahaan yang pailit

  • Memiliki utang.
  • Memiliki utang yang telah jatuh tempo.
  • Terdapat lebih dari satu kreditor.
  • Dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga.
  • Kelangsungan bisnis

Perusahaan yang bangkrut biasanya cenderung mengakibatkan penutupan bisnis dan penghentian operasi. Sedangkan apabila perusahaan mengalami pailit, masih memungkinkan untuk melanjutkan bisnis setelah melakukan perubahan dalam manajemen atau strategi.

Implikasi jangka panjang

Ketika suatu perusahaan bangkrut, akan memiliki dampak jangka panjang yang serius pada reputasi dan kemampuan finansial di masa yang akan datang. Sementara perusahaan yang mengalami pailit juga akan mengalami dampak serius pada reputasi dan situasi keuangan. Akan tetapi perusahaan tersebut masih memiliki peluang untuk memulihkan situasi di masa mendatang.

Itulah beberapa perbedaan bangkrut dan pailit. Memahami perbedaan ini penting untuk membantu perusahaan dan individu mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi masalah keuangan serta untuk menjaga stabilitas finansial di masa yang akan datang. ***

Click to rate this post!
[Total: 0 Average: 0]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar