Pengertian Skala Likert dan Alasan Mengapa Kita Perlu Menggunakannya

Terdapat banyak jenis skala yang siap mengukur data dengan baik, salah satunya bisa kamu lihat dalam skala Likert. Skala ini merupakan salah satu skala untuk pengukuran data kuantitatif yang hasilnya ditentukan melalui angket saat melakukan survei tertentu. 

Skala Likert dalam penggunaannya tidak terlalu sulit, cocok untuk peneliti pemula. Alangkah lebih baik sebelum penggunaan pahami dulu cara penggunaannya agar hasilnya tepat. Untuk data yang bersifat pasti, malahan hasil dari pengukuran menggunakan skala ini tidak akan efektif. 

Pengertian Skala Likert

Dikutip dari anotherorion.com Skala Likert adalah skala penelitian yang dipakai untuk mengukur sikap maupun pendapat. Skala ini dilengkapi untuk melengkapi kuesioner yang mengharukan responden untuk menunjukkan tingkat persetujuan akan rangkaian pertanyaan yang ada. 

pengertian skala likert

Pertanyaan tersebut disebut dengan variabel penelitian. Skala Likert identik dengan jawaban 1-5 pilihan, pakai gradasi Sangat Setuju (SS) hingga Sangat Tidak Setuju (STS). Tingkatannya bisa dilihat berikut ini:

  1. Sangat Setuju (SS).
  2. Setuju (S).
  3. Ragu-ragu (RG).
  4. Tidak Setuju (TS).
  5. Sangat Tidak Setuju (STS).

Skala ini untuk mengumpulkan data demi mengetahui data yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif. Data tersebut bisa diperoleh melalui pendapat, persepsi, hingga, pendapat seseorang mengenai sebuah fenomena yang sedang terjadi atau diteliti.

Contoh Skala Likert

Bahan penelitian yang memakai skala Likert dibuat berdasarkan bentuk kuesioner atau angket yang ada, bisa pilihan ganda maupun checklist. Contoh mudahnya bisa dilihat berikut.

No Pertanyaan SS S RG TS STS
1. Apakah Anda setuju dengan peraturan pemerintah mengenai BBM naik?
2. Apakah Anda merasa berat dengan keputusan tersebut
3. dst

Dari contoh tabel di atas, bisa ditemukan hasil pengukuran yang mana dari 5 pilihan jawaban tersebut untuk 60 orang ada hasil-hasil yang bisa disimpulkan, diantaranya:

  1. 10 (SS).
  2. 10 (S).
  3. 25 (RG.)
  4. 25 (TS).
  5. 30 (STS).
Artikel Terkait  Mengenal 9 Jenis Model Pembelajaran

Waktu Penggunaan Skala Likert

Dalam skala ini terdapat dua bentuk pernyataan, yang mana pernyataan positif maupun negatif dengan fungsi sanggup mengukur sikap negatif. Skala ini juga untuk mengukur setuju dan tidak setuju, utamanya orang terhadap suatu rencana program. 

Pelaksanaan dari program yang ada, hingga tingkat keberhasilan program tersebut, semua diukur. Sehingga kapan tepatnya penggunaan skala Likert harus dilakukan? Saat kamu akan menggambarkan secara kasar posisi dari seseorang di dalam kelompok (posisi relatif).

Skala Likert digunakan saat sedang melakukan perbandingan skor subjek dengan kelompok normatifnya. Selain itu, dipakai saat kamu akan menyusun skala pengukuran yang sederhana dan mudah. Skala ini memiliki kekurangan, diantaranya jika diukur menggunakan ukuran ordinal, terkadang skor total tanpa ada arti. 

Mengapa Menggunakan Skala Likert 4 dan 5

Skala Likert dapat dibuat sampai 13 opsi jawaban, meskipun demikian kebanyakan ahli penelitian lebih menyarankan menggunakan skala Likert 4 dan skala Likert 5. Skala Likert 5 lebih memudahkan responden dalam memilih jawaban, sementara skala likert 4 digunakan untuk memudahkan peneliti mengurangi bias dari nilai netral pada penggunaan skala opsi ganjil.

Kelemahan Skala Likert

Meskipun memiliki banyak kelebihan dan mudah digunakan, seorang peneliti harus berhati-hati karena skala likert juga memiliki kelemahan. Diantaranya:

  1. Skala ini hanya bisa mengurutkan individu dalam skala, tanpa bisa membandingkan berapa kali individu tersebut dengan individu yang lain. 
  2. Skor total yang ada kadang tidak bisa memberi arti yang sesungguhnya dan jelas, karena banyak respons yang berpendapat dengan memberikan skor yang sama.

Kelebihan Skala Likert

Berikut adalah kelebihan dari skala Likert:

  1. Skala mudah diterapkan dan pembuatannya lebih mudah daripada skala pengukuran lainnya.
  2. Ada kebebasan dalam membuat pertanyaan, dengan catatan masih sesuai dengan konteks permasalahan. 
  3. Jawaban berupa alternatif, sehingga informasi akan data harus diperjelas. 
  4. Respon yang lebih besar membuat skala ini mampu memberikan keterangan yang lebih jelas.
Artikel Terkait  Perbedaan Skala Nominal, Ordinal, Interval dan Rasio

Demikian pembahasan akan kapan waktunya skala Likert digunakan? Pastinya disesuaikan dengan kebutuhan peneliti yah!

Click to rate this post!
[Total: 2 Average: 2.5]

Ingin produk/website Anda kami ulas? Silahkan klik tombol dibawah ini


Tinggalkan komentar